PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan kepada Sultan HB X

YOGYAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menganugerahkan status Anggota Kehormatan PWI kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (22/1/2026). Sultan HB X tercatat sebagai tokoh pemimpin daerah pertama di Yogyakarta yang menerima kartu Anggota Kehormatan PWI.

Prosesi penganugerahan diawali dengan pembacaan ketetapan oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, dan dilaksanakan dalam agenda Pelantikan Pengurus PWI DIY di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi Sri Sultan dalam menjaga kemerdekaan pers serta membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan insan media. Selain menerima kartu Anggota Kehormatan PWI, Sri Sultan juga menerima sertifikat dan jas PWI yang dikenakan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa pemerintah dan pers memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam menopang kehidupan demokrasi. Menurutnya, hubungan yang sehat antara pemerintah dan pers akan berdampak langsung pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat.

“Pemerintah dan pers itu bagaikan tiang pancang pada sebuah jembatan. Penempatannya berbeda, tetapi sama-sama menjadi soko guru jembatan tersebut,” ujar Sultan HB X kepada awak media usai acara.
“Bagaimana pemerintah dan pers saling menyangga dengan baik, dengan harapan jembatan itu dilalui publik dan rakyat merasa nyaman serta aman,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menjelaskan bahwa status Anggota Kehormatan PWI diberikan kepada tokoh nasional yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kemerdekaan pers serta mampu menjaga relasi konstruktif dengan komunitas jurnalis.

“Kami dari PWI Pusat memberikan anugerah Anggota Kehormatan PWI kepada Gubernur Yogyakarta,” kata Akhmad Munir. Ia menambahkan, kriteria penerima antara lain kepedulian terhadap kemerdekaan pers, hubungan yang baik dengan insan pers, serta kontribusi nyata bagi organisasi PWI.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan juga menanggapi usulan agar Yogyakarta dijadikan Pusat Pers Pancasila. Ngarso Dalem mengusulkan agar gagasan tersebut didahului dengan kajian akademik. Jika hasil kajian memberikan lampu hijau, Sri Sultan menyatakan siap berkomunikasi dengan DPRD DIY.

“Jika semuanya oke maka gagasan menjadikan Yogya sebagai pusat pers Pancasila juga akan jalan,” ujarnya.

Pelantikan Pengurus PWI DIY turut menetapkan sejumlah tokoh sebagai penasihat dan dewan pakar, menandai penguatan peran PWI DIY dalam menjaga profesionalisme pers dan nilai-nilai kebangsaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *