Tubaba — Pembangunan Gerai Koperasi Desa Kampung Merah Putih (KDKMP) di dua tiyuh di Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sorotan. Proyek yang diduga menggunakan dana publik tersebut disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknis dan minim pengawasan di lapangan.
Hasil penelusuran di lokasi pekerjaan menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari perbedaan ukuran pondasi cakar ayam, dugaan penggunaan material besi yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga tidak diterapkannya standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Di Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kepala Tukang Sarno mengaku tidak mengetahui spesifikasi material yang digunakan. Ia menyebut perakitan besi tidak dilakukan oleh pekerja di lokasi, melainkan sudah dirakit dari luar daerah.
“Besinya sudah dirakit dari Sumber Rejo, kami hanya pasang. Spesifikasinya kami tidak tahu,” ujar Sarno, Senin (26/1).
Sarno juga mengungkapkan para pekerja tidak dibekali alat pelindung diri (APD) seperti helm, rompi, maupun sepatu keselamatan. Bahkan, hingga pekerjaan berjalan, mesin molen belum tersedia di lokasi.
Sementara itu, di Tiyuh Karta Sari, Kepala Tukang Warsidi juga menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan tidak memegang dokumen RAB dan mendapati besi sloof yang terpasang di lokasi menggunakan besi ukuran 10, meski dalam RAB disebutkan menggunakan besi ukuran 12.
Selain persoalan teknis, proyek ini juga disorot karena tidak dilengkapi papan informasi kegiatan. Tidak ditemukan plang proyek yang mencantumkan nilai anggaran, sumber dana, serta waktu pelaksanaan, yang seharusnya menjadi bentuk transparansi penggunaan anggaran negara.
Hingga berita ini diturunkan, pengawas proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan lemahnya pengawasan pembangunan Gerai KDKMP tersebut.






