Bandarlampung — Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PWDPI Provinsi Lampung, Galih Pramana, angkat bicara menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Ia menilai program tersebut memberikan dampak nyata dan luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Galih mengaku heran terhadap pihak-pihak yang justru menggulirkan wacana penghentian Program MBG. Menurutnya, penilaian tersebut keliru dan tidak berpijak pada realitas di lapangan.
“Saya heran dengan orang-orang yang ingin Program MBG ditutup. Itu jelas keliru. Dampaknya sangat nyata dirasakan masyarakat. Anak-anak bisa makan makanan bergizi bersama teman-temannya, UMKM bergerak, petani sayur, peternak ayam dan telur merasakan peningkatan penghasilan,” ujar Galih dengan nada lantang, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, setiap dapur MBG juga menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Rata-rata, satu dapur MBG mempekerjakan lebih dari 40 relawan, sehingga turut menekan angka pengangguran dan menggerakkan ekonomi di tingkat akar rumput.
Menurut Galih, Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangkitkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“MBG adalah bentuk nyata program pemerintah untuk membangkitkan ekonomi lokal, khususnya di sektor UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan, dan nelayan. Ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan,” tegasnya.
Selain memberikan dukungan, Galih juga mengingatkan para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan menu makanan yang disajikan kepada anak-anak sekolah.
“Setiap menu harus mengikuti petunjuk Badan Gizi Nasional (BGN), sesuai SOP, dan kualitas harus selalu diutamakan. Jangan hianati bangsa sendiri,” pungkas Galih.
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat terhadap Program MBG dinilai menjadi sinyal kuat bahwa program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat di daerah.
(*)






