Bandar Lampung — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan komitmen penguatan pendidikan inklusif dan kemandirian anak berkebutuhan khusus saat meninjau langsung pelaksanaan Pemetaan dan Peminatan Siswa Kelas XI SMKN dan SLBN PKK Provinsi Lampung, di Jalan Endro Suratmin, Sukarame, Kamis (29/1/2026).
Kehadiran Purnama Wulan Sari Mirza disambut antusias oleh para siswa SLBN PKK. Senyum dan semangat anak-anak istimewa tersebut mencerminkan rasa percaya diri sekaligus kebanggaan atas potensi dan keterampilan yang terus diasah melalui pendidikan berbasis life skill.
Dalam kunjungan itu, Ketua TP PKK Lampung meninjau berbagai kegiatan pembelajaran keterampilan praktis, mulai dari kelas merias, memasak, membatik, hingga pembuatan kerajinan tangan. Program tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan keahlian hidup agar mampu mandiri dan berdaya saing di masa depan.
Purnama Wulan Sari Mirza mengaku bangga atas capaian para siswa serta dedikasi para pendidik dan keluarga yang konsisten mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus.
“Batin Wulan, pengurus Dekranasda, dan PKK tentu sangat bangga. Di tengah segala keterbatasan, anak-anak ini dipersiapkan menjadi pribadi mandiri. Dukungan keluarga menjadi kunci utama perkembangan mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan kesempatan hidup yang layak.
“Anak-anak istimewa ini mendapatkan pendidikan dan hak yang sama. Mereka dipersiapkan dengan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu hidup mandiri di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SLBN PKK Provinsi Lampung, Linda Kurniasari, menyampaikan bahwa proses pendidikan di SLBN PKK berjalan optimal berkat sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah, khususnya dukungan dari Dinas Pendidikan.
Ia menambahkan, seluruh siswa SLBN PKK dapat mengakses pendidikan secara gratis, sekaligus memperoleh pembelajaran yang berorientasi pada kemandirian dan pengembangan potensi diri.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan inklusif, berkeadilan, dan berorientasi masa depan bagi anak-anak istimewa di Provinsi Lampung. (*).






