BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan dukungan terhadap rencana pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan yang digagas PT Solusi Maknah Indonesia (SMI). Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menerima jajaran manajemen PT SMI di Kantor Gubernur Lampung, Jumat (30/1/2026).
Gubernur Mirza menekankan, Pemprov Lampung terbuka terhadap investasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Lampung terbuka terhadap investasi yang ramah lingkungan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Investasi seperti ini akan kami dorong melalui kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta dukungan kelembagaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Direktur Utama PT Solusi Maknah Indonesia, Daichi Ikegami, menyampaikan ketertarikan perusahaannya berinvestasi di Lampung setelah mengikuti Lampung Economic Investment Forum (LEIF) di Jakarta. Menurutnya, visi pembangunan Lampung sejalan dengan fokus PT SMI dalam pengembangan energi terbarukan dan industri hijau.
“Kami sangat tertarik mengembangkan energi terbarukan di Lampung dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, khususnya limbah pertanian dan perkebunan,” kata Daichi Ikegami.
Ia menjelaskan, limbah pertanian yang selama ini dibuang atau dibakar akan diolah menjadi sumber energi. Limbah tersebut akan dibeli langsung dari petani sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi emisi karbon.
“Daripada limbah dibuang dan menimbulkan emisi karbon, lebih baik dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang dikelola secara terkontrol untuk menghasilkan energi,” jelasnya.
Selain pengolahan limbah, PT SMI juga menyiapkan sejumlah proyek strategis, antara lain pembangkit listrik tenaga surya, tenaga air, geothermal, biogas dari limbah cair kelapa sawit, serta pengembangan kawasan industri modern berwawasan lingkungan. Proyek-proyek tersebut ditargetkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat transisi energi bersih di Lampung. (*).






