Ma’ruf Abidin: Pelajar Harus Jadi Agen Perubahan Zaman
BANDARLAMPUNG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung secara resmi melepas 52 kontingen Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung yang akan mengikuti Muktamar XXIV IPM Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 5–8 Februari 2026.
Pelepasan kontingen dilakukan oleh Sekretaris PWM Lampung, Ma’ruf Abidin, Selasa (3/2/2026), sebagai bagian dari konsolidasi gerakan pelajar Muhammadiyah menuju forum tertinggi organisasi tingkat nasional.
Muktamar XXIV IPM 2026 mengusung tema “Membumikan Arah Baru: Pelajar Era Baru IPM” dan dipusatkan di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Agenda ini menjadi ruang strategis bagi kader pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia untuk merumuskan arah gerakan, penguatan ideologi, serta strategi kaderisasi di tengah perubahan zaman.
Sekretaris PWM Lampung Ma’ruf Abidin menegaskan bahwa keikutsertaan kontingen IPM Lampung bukan sekadar agenda organisasi, melainkan tanggung jawab moral dalam menyiapkan generasi pelajar yang visioner dan adaptif.
“Muktamar ini bukan hanya forum memilih pimpinan, tetapi ruang ideologis untuk membumikan arah baru gerakan pelajar Muhammadiyah. Pelajar harus berani membaca zaman dan menjadi agen perubahan,” ujar Ma’ruf Abidin.
Ia menekankan, pelajar Muhammadiyah dituntut tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen kebangsaan yang kuat.
“IPM harus hadir sebagai gerakan pelajar yang tercerahkan, mampu merespons tantangan era baru tanpa kehilangan jati diri ideologis Muhammadiyah,” katanya.
Ma’ruf juga berharap 52 kontingen IPM Lampung mampu membawa gagasan konstruktif serta menjaga nama baik daerah dan persyarikatan selama mengikuti Muktamar di Makassar.
“Kami berharap delegasi IPM Lampung aktif berkontribusi dalam setiap forum, menyampaikan gagasan, sekaligus menjadi duta nilai-nilai Islam berkemajuan,” tambahnya.
Muktamar XXIV IPM 2026 di Makassar akan membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kaderisasi, transformasi organisasi, hingga penguatan kolaborasi pelajar Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan sosial, digital, dan kebangsaan di era baru.
PWM Lampung menilai Muktamar IPM menjadi momentum penting dalam menyiapkan estafet kepemimpinan pelajar yang berintegritas, kritis, dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar Muhammadiyah dalam mencetak kader persyarikatan, umat, dan bangsa. (*).






