Tekankan Sinergi dan Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas
TULANG BAWANG — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kabupaten Tulang Bawang, di GSG Menggala, Selasa (17/3/2026).
Dalam arahannya, Wagub Jihan menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 menjadi momentum krusial memasuki fase akselerasi pembangunan, seiring pelaksanaan RPJMD Provinsi Lampung 2025–2029.
“Memasuki tahun ketiga RPJMD, kita berada pada fase akselerasi pencapaian target pembangunan. Dokumen RKPD harus selaras dengan visi, misi, serta prioritas pembangunan provinsi dan nasional,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan—pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota—dalam mendorong keberhasilan pembangunan. Menurutnya, capaian daerah akan memperkuat kinerja provinsi, begitu pula dukungan pusat akan mempercepat kemajuan daerah.
Wagub juga memaparkan kinerja ekonomi Lampung yang menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi Lampung tumbuh 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional. Angka kemiskinan turun menjadi 9,66 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,21 persen.
Khusus di Tulang Bawang, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,10 persen dengan kontribusi 6,29 persen terhadap PDRB provinsi yang mencapai Rp528,3 triliun. Struktur ekonomi daerah masih ditopang sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.
“Pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” ujar Jihan.
Selain itu, tingkat kemiskinan di Tulang Bawang tercatat 7,54 persen—lebih rendah dari rata-rata provinsi—dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,19 persen.
Untuk arah kebijakan 2027, Pemprov Lampung mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Penguatan Produktivitas, Investasi, dan Industri Berbasis Potensi Daerah”. Fokus diarahkan pada penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Secara spasial, Tulang Bawang masuk dalam Koridor Wilayah II yang diproyeksikan sebagai pusat agroindustri dan pariwisata budaya. Berbagai program prioritas disiapkan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pengembangan terminal, pelabuhan perikanan, hingga penguatan ekonomi berbasis blue economy dan green economy.
Pada 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan Rp143,7 miliar untuk rekonstruksi dan preservasi tiga ruas jalan provinsi di wilayah Tulang Bawang, serta Rp399,3 juta untuk penanganan dua ruas jalan desa.
“Pembangunan infrastruktur ini penting untuk meningkatkan konektivitas, menekan biaya distribusi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Di sektor pemberdayaan desa, Pemprov juga menggenjot program “Desaku Maju” sebagai penguatan ekonomi berbasis desa. Tahun 2026, dialokasikan pupuk hayati cair senilai Rp11,6 miliar, 82 unit mesin pengering senilai Rp27,36 miliar, serta pelatihan vokasi bagi 528 warga desa dengan anggaran Rp6 miliar.
Selain itu, bantuan keuangan khusus sebesar Rp10 juta per desa disalurkan kepada 147 desa di Tulang Bawang dengan total Rp1,47 miliar.
“Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui penguatan koperasi dan BUMDes,” ujarnya.
Wagub Jihan berharap Musrenbang RKPD 2027 mampu melahirkan perencanaan yang tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berdampak langsung pada kesejahteraan.
“RKPD bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan instrumen strategis yang menentukan kualitas pembangunan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, menyatakan bahwa penyusunan RKPD 2027 merupakan tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah yang harus berjalan terarah, terpadu, dan selaras dengan kebijakan nasional serta provinsi.
“Seluruh proses ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas,” ujarnya. (*).






