Pemprov Lampung–ASDP Prediksi Kepadatan di Jam Tertentu, 75 Kapal Disiapkan
Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni memastikan kesiapan menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pelabuhan Bakauheni diprediksi mengalami kepadatan signifikan pada jam-jam tertentu akibat penumpukan kendaraan.
Berdasarkan rencana operasional, total pergerakan selama periode Lebaran diperkirakan mencapai 319.916 kendaraan dan 108.050 penumpang, dengan 2.481 trip kapal. Meski kapasitas dinilai mencukupi dengan rasio V/C sebesar 0,67, risiko kemacetan tetap tinggi jika kendaraan datang bersamaan.
Tim Kementerian Hak Asasi Manusia bersama Pemprov Lampung, Polda Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, serta ASDP menyimpulkan bahwa persoalan utama bukan pada jumlah kapal, melainkan pola kedatangan pemudik.
“Macet besar sering terjadi bukan karena kapal kurang, tetapi karena kendaraan datang bersamaan,” ujar Ketua Tim, Penta Peturun.
Tahun ini, arus mudik didominasi kendaraan pribadi, dengan sekitar 172 ribu mobil dan lebih dari 100 ribu sepeda motor. Pola perjalanan keluarga yang berangkat serentak menjadi pemicu lonjakan di waktu tertentu.
Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada H-4 hingga H-2 pukul 15.00–23.00 WIB dengan waktu tunggu 2–4 jam. Sementara pada H-3, antrean bisa mencapai 3–5 jam, terutama pada pukul 17.00 hingga dini hari. Untuk arus balik, H+3 hingga H+6 diprediksi lebih padat dengan antrean hingga 6 jam.
Mengantisipasi hal tersebut, ASDP bersama pemerintah menyiapkan 75 kapal yang beroperasi 24 jam serta menerapkan berbagai strategi, mulai dari pengalihan arus ke pelabuhan alternatif hingga sistem delaying dan buffer zone di sejumlah titik rest area.
Sepeda motor dan sebagian kendaraan barang dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan, sedangkan kendaraan logistik besar diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara. Selain itu, pelabuhan alternatif Wika Beton juga disiapkan sebagai langkah darurat.
Pengendalian arus diperkuat melalui penyaringan kendaraan di buffer zone seperti Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 87B, dan Terminal Agribisnis Gayam, yang hanya memperbolehkan kendaraan bertiket melanjutkan perjalanan.
ASDP menegaskan tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket maksimal satu hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Ferizy.
Sebanyak 786 personel gabungan juga disiagakan, didukung fasilitas CCTV, pos kesehatan 24 jam, serta layanan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Masyarakat diimbau untuk menghindari perjalanan sore hingga malam hari dan memilih waktu keberangkatan dini hari hingga pagi guna meminimalkan antrean serta memastikan perjalanan mudik lebih aman dan nyaman. (*).






