Digitalisasi Pengelolaan Sampah Desa Lengkong Jadi Percontohan Nasional
Bandarlampung — Kolaborasi dua perguruan tinggi, Telkom University dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, menghadirkan terobosan dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi di Desa Lengkong, Kabupaten Bandung. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (Abdimas), sampah rumah tangga kini tidak lagi sekadar limbah, tetapi bernilai ekonomi melalui sistem digital yang terintegrasi.
Program ini mengombinasikan edukasi langsung kepada warga dengan penerapan teknologi. Masyarakat dilatih mengolah sampah organik menggunakan komposter serta budidaya maggot, sekaligus diperkuat dengan peran Bank Sampah Unit Mekar Arum Mewangi (BSU MAMMA) sebagai pusat aktivitas ekonomi sirkular desa.
Inovasi utama dari kolaborasi ini adalah hadirnya aplikasi mobile yang memungkinkan pencatatan dan monitoring pengelolaan sampah secara real-time. Sistem ini mendorong transparansi dan akuntabilitas, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, M. Said Hasibuan, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi fondasi penting dalam modernisasi sistem bank sampah.
“Pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam sistem bank sampah,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi lintas kampus ini juga memperkuat implementasi ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Sistem digital yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi berkelanjutan.
Program yang berlangsung sejak Maret 2025 hingga Februari 2026 ini melibatkan tim gabungan dosen dan peneliti dari kedua institusi. Sinergi tersebut terbukti mampu menghadirkan solusi konkret dalam menekan volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Kini, Desa Lengkong tidak hanya menjadi lokasi pengelolaan sampah, tetapi juga berkembang sebagai model transformasi digital dalam pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia sebagai solusi inovatif menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (***)






