OPTIMALKAN PAD, BAPENDA LAMPUNG TIMUR DAPAT APRESIASI

Kolaborasi Samsat–BumDes Dongkrak PKB-BBNKB dan PBB, Ratusan Ribu SPPT Dicetak

LAMPUNG TIMUR — Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lampung Timur mendapat apresiasi. Dewan Pimpinan Daerah Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi menilai kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat berhasil menghadirkan terobosan dalam mengoptimalkan sektor pajak.

Ketua DPD KAMPUD Lampung Timur, Fitri Andi, menyampaikan dukungan atas capaian peningkatan PAD dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Menurutnya, langkah strategis melalui kolaborasi dengan Samsat serta pemanfaatan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) patut diapresiasi.

“Capaian ini menunjukkan peran strategis Bapenda dalam mendorong optimalisasi pendapatan daerah, terutama melalui inovasi kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan desa,” ujar Fitri Andi, Selasa (7/3/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat kunjungan DPD KAMPUD yang turut dihadiri Sekretaris Ibnu Hasan dan diterima oleh Kepala Bidang Penagihan dan Pengawasan Bapenda Lampung Timur, Abu Yazid Bustami.

Abu Yazid menjelaskan, pihaknya bersama Samsat telah menyiapkan langkah konkret untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Sebanyak 5.000 surat tagihan akan didistribusikan melalui 34 BumDes di seluruh wilayah Lampung Timur.

“Distribusi dilakukan bertahap untuk mengingatkan wajib pajak, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Bapenda juga tengah melakukan pencetakan massal Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sebanyak 474.935 lembar SPPT dengan nilai ketetapan mencapai Rp28,69 miliar ditargetkan mulai didistribusikan pada Mei 2026.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat penerimaan daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Lampung Timur. Bapenda pun mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan organisasi kepemudaan, untuk berkolaborasi dalam memaksimalkan potensi PAD dari berbagai sektor.

“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar optimalisasi PAD dapat tercapai,” pungkas Abu Yazid. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *