BANDARLAMPUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) se-Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Daerah (Musda) secara serentak dalam empat gelombang, yakni 11, 12, 18, dan 19 April 2026, dengan skema hybrid.
Momentum ini menjadi ajang penting konsolidasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota. Sebanyak 60 kader terbaik BM PAN Lampung ambil bagian dalam kontestasi sebagai Ketua Formatur yang sekaligus akan menakhodai DPD BM PAN di daerah masing-masing.
Ketua DPW BM PAN Lampung, Naufal A. Caya, menegaskan Musda serentak bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan langkah strategis memperkuat struktur organisasi agar lebih solid dan progresif.
“Musda ini mengutamakan musyawarah mufakat, serta menjadi titik tolak konsolidasi total BM PAN di Lampung. Kita ingin melahirkan kepemimpinan yang mampu bekerja, membina kader, serta menggerakkan organisasi hingga ke akar rumput,” ujarnya.
Ia memaparkan, terdapat tiga target utama yang menjadi fokus ke depan. Pertama, penataan organisasi hingga tingkat ranting agar lebih rapi, aktif, dan fungsional. Kedua, penguatan sistem pengkaderan untuk mencetak kader muda yang militan, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Ketiga, mempersiapkan mesin organisasi sebagai kekuatan strategis dalam menghadapi Pemilu mendatang.
Naufal juga menekankan pentingnya menjaga proses Musda agar berjalan demokratis dan kondusif, dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“Kita ingin Musda ini menjadi contoh demokrasi yang sehat di internal organisasi. Siapapun yang terpilih adalah kader terbaik yang harus didukung bersama untuk membesarkan BM PAN di daerahnya,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan, Musda serentak BM PAN Lampung diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam pembangunan daerah dan dinamika politik ke depan. (*).






