MMT Darmajaya Gaspol Digitalisasi ASN Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN — Program Studi Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya tancap gas mendorong penguatan digitalisasi dan peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital yang lebih efektif dan responsif.

Direktur Humas, Kerjasama, dan Pemasaran Darmajaya, Dian Eka Darma Wahyuni, bersama Senior Staf Pemasaran Pascasarjana Adi Sutrisno, disambut langsung oleh Kepala Dinas DPMPPTSP Lampung Selatan, Rio Gismara. Suasana diskusi berlangsung santai namun sarat substansi.

Fokus utama pembahasan mencakup penyelarasan kurikulum Prodi MMT agar selaras dengan kebutuhan riil ASN di lapangan, sekaligus penguatan kompetensi pelayanan publik. Tujuannya, agar ASN mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Tak hanya itu, rencana sosialisasi program ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menjadi agenda penting. Termasuk pemetaan potensi ASN, tindak lanjut usulan dari BKD Lampung Selatan, hingga rencana forum bersama OPD guna memperkenalkan program penguatan kapasitas dan digitalisasi.

Kepala Dinas DPMPPTSP Lampung Selatan, Rio Gismara, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi dengan dunia akademik menjadi kunci dalam mempercepat modernisasi layanan publik.

“Kerja sama ini penting agar layanan publik semakin modern, mudah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dian Eka Darma Wahyuni menegaskan komitmen kampus untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Kita ingin apa yang dikembangkan di kampus itu nyambung dengan kebutuhan ASN, jadi bisa langsung terasa manfaatnya,” tegasnya.

Senada, Adi Sutrisno menambahkan bahwa transformasi digital tidak hanya soal sistem, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.

“Kalau orangnya siap, sistemnya juga akan lebih optimal digunakan,” katanya.

Melalui sinergi ini, Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan diharapkan mampu menghadirkan program nyata yang mendorong percepatan digitalisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik berbasis teknologi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *