Retno Damayanti Menang Telak PAW Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya, Demokrasi Berjalan Aman dan Damai

KORANEDITOR.CO, TULANGBAWANG – Proses demokrasi di tingkat kampung kembali berjalan sukses dan mencatat sejarah baru. Musyawarah Kampung dalam rangka Pemilihan Kepala Kampung Antar Waktu (PAW) Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan demokratis pada Senin (25/5/2026). Kegiatan yang berpusat di Gedung Koperasi Merah Putih tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.50 WIB, disaksikan langsung oleh para pejabat daerah, unsur keamanan, serta perwakilan masyarakat.
Suasana penuh semangat namun tetap santun dan damai menyelimuti lokasi pemilihan. Hal ini menjadi bukti tingginya kesadaran politik dan kedewasaan warga Tri Tunggal Jaya dalam menentukan pemimpin baru guna meneruskan estafet pembangunan kampung.
Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tulang Bawang, Dr. H. Akhmad Suharyo, M.Si; perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) yang diwakili Wanda Mei Yudi; Camat Banjar Agung, Ali Mat Hasan, S.Sos., M.M; serta unsur TNI-Polri masing-masing diwakili Aiptu Asroni dari Polsek Banjar Agung dan Serka Supriyono mewakili Danramil Banjar Agung.
Turut hadir pula Penjabat Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya, Mohkriza Heri Pratama, A.Md, Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), Yahya Hendrawan, serta 99 orang perwakilan masyarakat yang memenuhi ruangan, menunjukkan antusiasme luar biasa warga terhadap masa depan desanya.
Rangkaian musyawarah berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, dimulai dari pembukaan, penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa, hingga pembacaan tata tertib. Puncak acara terjadi saat penetapan dua nama calon yang berhak dipilih, yakni Retno Damayanti, S.H dan Alex Alpero. Melalui kesepakatan bersama, sistem pemungutan suara tertutup dipilih sebagai cara yang paling adil dan menjamin kebebasan hak pilih setiap warga.
Proses pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung transparan dan diawasi langsung oleh seluruh unsur yang hadir. Hasil rekapitulasi menunjukkan kemenangan mutlak diraih oleh Retno Damayanti, S.H dengan perolehan 96 suara. Sementara itu, calon lawannya, Alex Alpero, mendapatkan 1 suara, dan tercatat 2 surat suara dinyatakan rusak. Berdasarkan hasil tersebut, Retno Damayanti secara sah ditetapkan sebagai Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya terpilih hasil PAW.
Menanggapi suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, Pelaksana Tugas Kapolsek Banjar Agung, AKP Irwansyah, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas kedewasaan politik dan kesadaran hukum masyarakat Tri Tunggal Jaya.
“Kami dari jajaran Polsek Banjar Agung sangat mengapresiasi kedewasaan politik dan kesadaran hukum masyarakat Kampung Tri Tunggal Jaya. Musyawarah ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi bisa berjalan dengan damai, aman, dan penuh kekeluargaan. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari persiapan, proses pemilihan, hingga penetapan hasil berjalan sesuai aturan dan tuntas tanpa satu pun gangguan keamanan. Situasi di lokasi sangat kondusif, aman, dan terkendali sepenuhnya,” tegas AKP Irwansyah.
Lebih lanjut, AKP Irwansyah menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian dalam setiap tahapan pemilihan adalah bentuk komitmen menjaga netralitas, melindungi hak masyarakat, dan memastikan proses berjalan jujur serta adil. Ia juga memastikan wilayah hukum Polsek Banjar Agung tetap menjadi kawasan yang aman dan damai.
“Kami pastikan wilayah hukum Polsek Banjar Agung aman dan damai. Kepada pemenang, selamat bertugas dan mengabdi sepenuh hati untuk kemajuan masyarakat. Kepada seluruh warga, mari kita jaga persatuan dan kesatuan yang sudah terbina indah ini. Polri selalu hadir dan siap mengawal setiap proses yang berlandaskan hukum dan keadilan demi mewujudkan Tulang Bawang yang aman dan sejahtera,” pungkas AKP Irwansyah.
Dengan terpilihnya pemimpin baru ini, proses demokrasi di Kampung Tri Tunggal Jaya dinyatakan selesai. Kini, harapan tertumpu pada Retno Damayanti untuk membawa perubahan, kemajuan, dan pembangunan yang lebih baik bagi seluruh warga, didukung oleh semangat persatuan dan gotong royong yang telah ditunjukkan masyarakat dalam pesta demokrasi kali ini. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *