Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Menjadi Keluarga Besar Adat Lampung
Lampura – Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, resmi diangkat menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung melalui prosesi Angkon Muakhi yang digelar di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (9/7).
Prosesi adat yang dipimpin tokoh masyarakat Lampung Utara, Ansyori Sabak bergelar Suttan Rajo Putra Negara, itu menjadi simbol persaudaraan lintas suku sekaligus penegasan bahwa adat Lampung menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.
Dalam prosesi tersebut, Kristomei Sianturi diterima sebagai warga adat Pungguk Lama dan memperoleh gelar Raja Satria Negara, yang akan dilanjutkan dengan penyematan juluk Pangeran Satria Negara pada prosesi Turun Mandei. Sementara istrinya, Desi Asti Megasari, menerima gelar adat Ratu Ibu Pertiwi.
Ansyori Sabak mengatakan pengangkatan tersebut memiliki makna khusus karena Kristomei lahir dan besar di Lampung Utara meski berasal dari keturunan Batak. Menurutnya, Angkon Muakhi menjadi bukti bahwa adat Lampung mampu merangkul keberagaman melalui ikatan persaudaraan.
“Keberagaman bukan penghalang untuk bersaudara. Melalui adat, kita dipersatukan dalam satu keluarga besar,” ujarnya.
Kristomei mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Lampung Utara karena menghabiskan masa kecil hingga remaja di daerah tersebut.
“Air pertama yang saya minum adalah air Lampung Utara. Hari ini ikatan batin itu mendapatkan pengakuan melalui adat. Saya bersyukur dan merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung,” katanya.
Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menilai Angkon Muakhi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga karena mampu memperkuat persatuan dan menjadi perekat masyarakat di tengah keberagaman.
Prosesi adat dilanjutkan dengan Sewarei sebagai penguatan hubungan kekeluargaan serta pencanangan hubungan persaudaraan adat dengan sejumlah tokoh daerah. Rangkaian Angkon Muakhi akan ditutup melalui prosesi Turun Mandei di kawasan wisata Pasir Putih, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (11/7). (*).






