WAY KANAN – Tim SAR Gabungan masih berupaya menemukan Windi Sulastri (17), pelajar asal Kampung Sri Mukti, Kecamatan Lebak Peniangan, Kabupaten Way Kanan, yang dilaporkan tenggelam saat berenang di Curug Sri Rahayu, Talang Blawor, Desa Madang Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas. Hingga Kamis (23/7) sore, korban belum berhasil ditemukan.
Peristiwa nahas itu terjadi Rabu (22/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban bersama 10 rekannya berwisata ke Curug Sri Rahayu dan berenang di kawasan air terjun. Saat rombongan menikmati suasana, korban diduga terseret arus dan tidak lagi terlihat. Rekan-rekan korban bersama warga sempat melakukan pencarian, namun hasilnya nihil.
Laporan kemudian disampaikan Kepala Desa Madang Jaya kepada Basarnas Lampung pada malam hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 126 kilometer dan tiba pada Kamis dini hari untuk bergabung dengan unsur SAR Gabungan.
Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri, mengatakan pencarian hari pertama dilakukan dengan penyelaman di sekitar titik diduga korban tenggelam, penyisiran aliran sungai sepanjang sekitar satu kilometer, serta pemantauan visual di sejumlah lokasi yang dicurigai.
“Selain itu, pemantauan visual juga dilakukan pada sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban terbawa arus. Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada Kamis sore, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.
Upaya pencarian tidak berjalan mudah. Medan menuju lokasi berada di kawasan hutan dengan akses yang sulit, minim jaringan komunikasi, serta derasnya arus di dasar air terjun yang membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas.
Operasi SAR melibatkan personel Pos SAR Tulang Bawang, TNI, Polri, BPBD Way Kanan, keluarga korban, dan masyarakat setempat. Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari perahu karet, peralatan selam, kendaraan rescue, perangkat komunikasi hingga perlengkapan keselamatan.
Hari ini, Jumat (24/7), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi dengan memperluas penyisiran di sepanjang aliran sungai. Harapan besar masih menggantung agar pelajar berusia 17 tahun tersebut segera ditemukan. (*).






