Bandarlampung – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung kembali dipercaya menjadi tempat pembinaan calon insan komunikasi. Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung, resmi memulai Program Penguatan Kompetensi Lulusan (PKL) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kantor JMSI Lampung, Senin (3/8).
Program yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari kerja sama antara JMSI Lampung dan UIN Raden Intan Lampung dalam memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di dunia media siber.
Sekretaris Pengda JMSI Lampung, Anton Kurniawan, mewakili jajaran pengurus menyambut langsung para peserta PKL. Dalam arahannya, Anton memperkenalkan peran JMSI sebagai organisasi perusahaan media siber sekaligus memberikan gambaran mengenai tantangan dan dinamika industri jurnalistik digital.
“PKL ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan membangun kompetensi, memperluas jaringan, dan mengenal langsung dunia media profesional. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Anton.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin, integritas, dan tanggung jawab selama mengikuti kegiatan.
“Jaga komitmen dan etika. Hubungan baik JMSI dengan UIN Raden Intan Lampung sudah terbangun selama ini. Kami berharap kolaborasi ini terus melahirkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja,” tegasnya.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan interaktif. Kelima mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan bidang yang ingin mereka dalami selama menjalani PKL. Safna Agustriana memilih mengembangkan kemampuan public speaking, Saffanatuz Zahidah mendalami content creator, Anis Luthfiah Rahayu fokus pada fotografi, Sabilla Fitri Eall-yaza memilih videografi dan perfilman, sedangkan Yurigen Raesyah Ramadanisa memperdalam bidang hubungan masyarakat (humas).
Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi di bangku kuliah, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam produksi konten, peliputan berita, pengelolaan media digital, hingga komunikasi publik yang menjadi kebutuhan utama industri media saat ini. (*).






