Porwanas 2027: Lampung Bidik Emas, Tim Catur Mulai Panaskan Mesin

BANDARLAMPUNG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai menggeber persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Berstatus sebagai tuan rumah, Lampung tak ingin sekadar sukses menggelar pesta olahraga wartawan, tetapi juga memburu prestasi tertinggi: medali emas.

Ketua PWI Lampung Wirahadi Kusuma menegaskan persiapan atlet harus dilakukan sejak dini. Program latihan akan berlangsung berkelanjutan, disertai uji tanding menghadapi lawan dari luar tim untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.

“Ke depannya kita akan menggelar pelatihan-pelatihan serupa dengan lawan tanding lain agar kemampuan atlet semakin bagus. Nanti juga ada Pelatda, dan sudah 14 cabor lainnya yang kita susun untuk mengikuti Pelatda,” kata Wira saat ditemui di sela turnamen mini di Sekretariat PWI Lampung, Minggu (9/8/2026).

Menurut Wira, latihan tidak boleh berhenti pada peningkatan kemampuan teknis. Atlet harus terbiasa menghadapi tekanan, karakter permainan berbeda, serta situasi pertandingan yang sesungguhnya.

Target pun dipasang tinggi. “Kita harapkan dengan pelatihan ini memberikan hasil yang positif dan bisa mendulang emas di Porwanas 2027,” tegasnya.

PWI Lampung menyadari persaingan Porwanas 2027 tidak akan mudah. Kontingen dari berbagai provinsi juga dipastikan menyiapkan atlet terbaiknya.

Karena itu, persiapan Lampung harus dilakukan serius dan terukur. Wira bahkan menempatkan disiplin latihan sebagai salah satu kunci utama kemenangan.

“Kunci atlet menang ada di disiplin latihan. Kita juga minta atlet untuk disiplin. Saya minta diawasi oleh penanggung jawab cabor, karena itu kunci keberhasilan,” ujarnya.

Pengawasan penanggung jawab masing-masing cabang olahraga akan diperkuat untuk memastikan atlet mengikuti program latihan, menjaga kondisi, serta menjalankan evaluasi secara konsisten.

Sebanyak 14 cabang olahraga telah disiapkan mengikuti program pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebagai bagian dari tahapan menuju Porwanas 2027.

Salah satu cabang olahraga yang mulai memanaskan mesin adalah catur. Minggu (9/8/2026), Sekretariat PWI Lampung lantai dua berubah menjadi arena pertarungan strategi. Deretan papan catur memenuhi meja, sementara para atlet berhadapan dengan pecatur lokal dalam sebuah turnamen mini.

Format catur cepat dengan waktu 10 menit membuat pertandingan berlangsung dinamis. Setiap pemain dituntut berpikir cepat, menjaga konsentrasi dan berani mengambil keputusan dalam tekanan waktu.

Manajer Cabor Catur PWI Lampung Bey Sujarwo mengatakan turnamen tersebut menjadi bagian dari persiapan serius menuju Porwanas 2027.

“Hari ini kita menggelar pelatihan sebagai wujud nyata keseriusan dalam menghadapi Porwanas. Tentunya, dalam persiapan ini kita terus melakukan pelatihan-pelatihan secara berkelanjutan,” kata Bey.

Menurutnya, latihan tidak hanya bertujuan mencari bibit baru, tetapi juga membentuk atlet yang memiliki kesiapan teknis dan mental.

Sejumlah pecatur lokal sengaja dihadirkan sebagai lawan tanding agar atlet PWI Lampung tidak hanya terbiasa dengan latihan internal.

“Melalui pelatihan ini, kita berharap para atlet semakin terbiasa dengan suasana pertandingan. Sehingga ketika menghadapi pertandingan Porwanas nanti, mereka bisa lebih siap, baik secara teknis maupun mental,” ujarnya.

Bey menilai catur membutuhkan karakter khusus. Pertarungan di atas papan bukan mengandalkan kekuatan fisik, melainkan konsentrasi, ketenangan, kemampuan membaca permainan dan ketepatan mengambil keputusan.

“Karena catur ini merupakan olahraga olah pikir. Jadi dibutuhkan konsentrasi, ketenangan dan kemampuan mengambil keputusan dengan tepat,” jelasnya.

Para pecatur lokal seperti Alfanza, Lukman Ginting, Utha, Budi, Jacob, Juanda, Jono, Supri, Nofian dan Bustanul turut menjadi lawan tanding dalam turnamen mini tersebut.

Bagi Tim Catur PWI Lampung, setiap pertandingan menjadi bahan evaluasi. Kekuatan dan kelemahan atlet dipetakan untuk menentukan program latihan berikutnya.

Ketua PWI Lampung menegaskan status Lampung sebagai tuan rumah harus dibarengi kesiapan prestasi.

Uji tanding, menurutnya, menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan kekurangan sebelum memasuki kompetisi sesungguhnya.

“Kita ingin Lampung sukses sebagai tuan rumah sekaligus sukses dalam prestasi. Karena itu seluruh cabang olahraga harus mempersiapkan diri dengan maksimal, termasuk catur,” katanya.

Porwanas 2027 pun mulai dipandang bukan sekadar agenda olahraga, tetapi panggung pembuktian kemampuan wartawan olahraga Lampung di hadapan kontingen terbaik dari berbagai daerah. Latihan, uji tanding dan evaluasi kini menjadi satu rangkaian menuju target besar. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *