Astindo Pertanyakan Waktu Promosi, Disparekraf Klaim Sosialisasi Sudah Dilakukan Sejak Awal Tahun
BANDAR LAMPUNG — Pelaksanaan Festival Krakatau XXXV 2026 yang tinggal hitungan hari kembali menjadi sorotan. Kalangan industri pariwisata mempertanyakan efektivitas promosi event tahunan tersebut untuk mendatangkan wisatawan nasional, terutama karena pelaksanaannya dijadwalkan pada 25–30 Agustus 2026.
Sorotan itu disampaikan Adi Adiyatama dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Lampung. Ia mempertanyakan kesesuaian waktu pelaksanaan dengan agenda promosi pariwisata nasional.
“Bagaimana wisatawan mau hadir, di nasional aja Festival Krakatau diselenggarakan bulan Juli, hmmmm,” ujar Adi, Sabtu (22/8/2026).
Ia juga mempertanyakan adanya informasi kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) yang disebut mencantumkan Festival Krakatau pada Juli, sementara pelaksanaan tahun ini dijadwalkan akhir Agustus.
“Daftar KEN masih bulan Juli, jadi festival untuk siapa sih,” katanya.
DISPARKEKRAF: KOMUNIKASI SUDAH DILAKUKAN SEJAK AWAL TAHUN
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Duhana Sari, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Festival Krakatau bukan event yang baru diperkenalkan menjelang pelaksanaan.
Menurutnya, Festival Krakatau merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung selama 35 tahun. Karena itu, komunikasi dengan berbagai entitas pariwisata telah dilakukan sejak awal tahun.
“Festival Krakatau adalah festival tahunan yang sudah berlangsung 35 tahun pelaksanaannya. Dari awal tahun pelaksanaan, dinas pariwisata sudah melakukan komunikasi aktif ke semua entitas pariwisata tentang rencana pelaksanaan Festival Krakatau,” kata Duhana.
Ia menjelaskan, komunikasi tersebut dilakukan agar penyelenggaraan Festival Krakatau dapat melibatkan berbagai komunitas dan pelaku industri pariwisata dalam sebuah event yang kolaboratif.
“Tujuannya Festival Krakatau akan banyak melibatkan komunitas dan entitas dalam sebuah event yang kolaboratif,” ujarnya.
PERUBAHAN JADWAL DIKLAIM TERKONFIRMASI KE KEMENTERIAN
Terkait pertanyaan mengenai perbedaan jadwal Festival Krakatau dengan kalender KEN, Duhana memastikan setiap perubahan jadwal telah dikomunikasikan dan dikonfirmasi kepada Kementerian Pariwisata sebelum jadwal resmi dirilis.
“Setiap jadwal perubahan pasti terkonfirmasi ke Kementerian Pariwisata, sebelum jadwal resmi dirilis,” katanya.
Menurutnya, mekanisme tersebut juga berlaku karena Festival Krakatau XXXV 2026 masuk dalam program Kharisma Event Nusantara.
“Setiap perubahan waktu pasti terkonfirmasi kepada Kementerian Pariwisata, karena Festival Krakatau masuk dalam Kharisma Event Nusantara,” tegasnya.
MASUK KEN, PROMOSI DIKLAIM SUDAH BERJALAN
Duhana juga membantah anggapan bahwa promosi Festival Krakatau baru dilakukan menjelang hari pelaksanaan.
Ia menyebut, sejak Festival Krakatau ditetapkan sebagai salah satu event yang terkurasi dalam KEN 2026, agenda tersebut secara otomatis memperoleh bagian dari promosi pariwisata nasional yang dilakukan Kementerian Pariwisata.
“Pada awal ditetapkan sebagai festival yang terkurasi dalam Kharisma Event Nusantara 2026, maka itu juga menjadi promosi aktif yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata di awal tahun 2026 ini,” jelasnya.
BIDIK 40 RIBU KUNJUNGAN
Untuk tahun ini, Disparekraf Lampung menargetkan Festival Krakatau mampu mencatat 40.000 kunjungan.
Duhana mengatakan Festival Krakatau tidak semata-mata ditujukan sebagai event tersendiri, tetapi juga menjadi pemicu kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi yang tersebar di Provinsi Lampung.
“Target kunjungan Festival Krakatau adalah 40.000 kunjungan. Festival Krakatau adalah salah satu trigger kunjungan ke destinasi di seluruh Provinsi Lampung,” katanya.
Konsep acara juga diarahkan untuk menjangkau berbagai kelompok usia. Selain mengangkat budaya sebagai daya tarik utama, penyelenggara akan menampilkan keragaman budaya Indonesia serta hiburan yang dinilai relevan dengan generasi muda.
“Sebagai sebuah event pariwisata yang budaya sebagai daya tariknya, maka kita akan menampilkan keragaman tampilan budaya Indonesia dan tampilan yang juga diminati Gen Z,” ujarnya.
Duhana menyebut adanya variety show dalam Festival Krakatau tahun ini diharapkan mampu memperluas segmentasi pengunjung.
“Dengan adanya variety show pada Festival Krakatau kali ini, maka segmentasi pengunjung dapat semua diraih,” katanya.
ADA KRAKATAU GREAT SALE, BIDIK DAMPAK EKONOMI
Disparekraf Lampung juga menyiapkan strategi agar Festival Krakatau tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Salah satunya melalui Krakatau Great Sale, hasil kerja sama antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama pelaku usaha jasa pariwisata lainnya.
Program tersebut memberikan potongan harga bagi konsumen dan wisatawan yang berkunjung ke Lampung selama periode pelaksanaan Festival Krakatau 2026.
“Ada satu upaya baik hasil kerja sama antara PHRI dan usaha jasa pariwisata lainnya pada tahun 2026 ini dengan pelaksanaan Krakatau Great Sale, yaitu potongan harga bagi konsumen dan wisatawan yang akan melakukan kunjungan ke Provinsi Lampung dalam rentang pelaksanaan event Festival Krakatau 2026 ini,” ungkap Duhana.
TINGGAL HITUNGAN HARI, EFEKTIVITAS EVENT DIUJI
Festival Krakatau XXXV 2026 dijadwalkan berlangsung di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, pada 25–30 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Nengah Nyappur”.
Rangkaian acara meliputi berbagai kegiatan seni, budaya, olahraga, kuliner, kopi, hingga hiburan. Puncak acara dijadwalkan pada 29 Agustus melalui Krakatau Run, Grand Final Lomba dan Malam Pembukaan Resmi. Sementara penutupan pada 30 Agustus akan dimeriahkan Lampung Tapis Carnaval dan Malam Pesona Kemilau Krakatau dengan penampilan grup musik Armada.
Perdebatan mengenai waktu promosi kini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara. Di satu sisi, pelaku industri meminta promosi dilakukan jauh hari agar wisatawan memiliki waktu menyusun perjalanan. Di sisi lain, pemerintah provinsi menegaskan bahwa komunikasi dan promosi telah berjalan sejak awal tahun melalui jejaring pariwisata dan KEN.
Dengan target 40.000 kunjungan, keberhasilan Festival Krakatau XXXV 2026 pada akhirnya akan diukur bukan hanya dari ramainya panggung dan jumlah pengunjung, tetapi juga dari sejauh mana event tersebut mampu menggerakkan hotel, restoran, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, agen perjalanan dan destinasi wisata Lampung.
Festival Krakatau kini tinggal hitungan hari. Pertanyaannya bukan lagi sekadar kapan festival digelar, melainkan seberapa kuat event tersebut mampu mengubah momentum menjadi kunjungan dan perputaran ekonomi nyata bagi Lampung. (*)






