Daerah  

Bupati Pesbar Dorong Promosikan Damar Mata Kucing di HPN-Porwanas 2027

PESISIR BARAT — Gelaran Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung tak sekadar diproyeksikan sebagai agenda nasional insan pers dan olahraga wartawan. Momentum tersebut mulai diarahkan menjadi panggung besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Peluang itu turut ditangkap Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 sekaligus mendorong agar potensi unggulan daerah ikut mendapat ruang promosi.

Hal tersebut disampaikan Dedi saat menerima audiensi jajaran PWI Provinsi Lampung dan PWI Kabupaten Pesisir Barat di kediamannya, Rabu (9/9). Audiensi menjadi bagian dari langkah awal membangun sinergi antara organisasi kewartawanan dan pemerintah daerah menjelang pelaksanaan dua agenda nasional tersebut.

Dedi didampingi Asisten III Setdakab Pesisir Barat Armen Qodar, S.P., M.M., serta Kepala Diskominfotiksan Pesisir Barat Belly Oscar. Sementara Ketua PWI Lampung Wirahadikusuma hadir bersama jajaran pengurus PWI Lampung dan PWI Pesisir Barat.

Ketua PWI Lampung Wirahadikusuma mengatakan, audiensi tersebut merupakan langkah awal memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, skala HPN dan Porwanas 2027 membutuhkan sinergi lintas daerah sejak jauh hari.

“Kunjungan ini merupakan yang pertama. Harapan kami, ke depan kita bisa terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Kami juga ingin menyampaikan bahwa PWI Pesisir Barat akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang kita siapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian persiapan akan diawali kick-off HPN dan Porwanas 2027 pada 29 November 2026. Kegiatan tersebut dikemas melalui PWI Run 5K dan 10K sebagai penanda dimulainya rangkaian menuju perhelatan nasional pada 2027.

“Selain bersilaturahmi, tujuan kami juga untuk menyampaikan undangan pelaksanaan kick-off sebelum pelaksanaan HPN dan Porwanas tahun 2027 di Provinsi Lampung dengan menggelar lomba lari PWI Run 5K dan 10K,” katanya.

Menurut Wirahadikusuma, HPN dan Porwanas 2027 memiliki nilai historis bagi PWI Lampung. Sebab, sejak PWI berdiri pada 9 Februari 1946, baru kali ini Lampung mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah dua agenda nasional tersebut.

“Ini merupakan momentum yang sangat berharga karena sepanjang sejarah PWI lahir pada 9 Februari 1946, baru kali ini Lampung menjadi tuan rumah dua agenda nasional, yakni HPN dan Porwanas,” tegasnya.

Besarnya skala kegiatan tercermin dari proyeksi jumlah peserta. PWI Lampung memperkirakan sekitar 5.000 wartawan akan datang ke Lampung untuk mengikuti maupun meliput rangkaian kegiatan.

Jumlah tersebut belum termasuk atlet, ofisial, pengurus organisasi, tamu undangan, serta berbagai pihak lain yang terlibat. HPN dan Porwanas dijadwalkan berlangsung pada 5–12 April 2027.

Arus kedatangan ribuan orang tersebut dinilai dapat menjadi peluang ekonomi sekaligus promosi bagi daerah. Sektor transportasi, hotel, kuliner, perdagangan, hingga usaha masyarakat berpotensi ikut bergerak.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik agar menciptakan citra dan kesan positif selama mereka berada di Lampung,” ujar Wirahadikusuma.

Peluang promosi daerah itu langsung ditangkap Pemkab Pesisir Barat. Bupati Dedi Irawan mengapresiasi kunjungan PWI Lampung dan menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap HPN dan Porwanas 2027.

“Dengan adanya kunjungan ini, tentu atas nama Pemkab Pesisir Barat sangat mengapresiasi. Dengan adanya rencana kegiatan HPN dan Porwanas 2027, pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan tersebut,” kata Dedi.

Lebih jauh, Dedi berharap momentum kedatangan ribuan wartawan dan peserta dari seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi Pesisir Barat.

Salah satu yang secara khusus disorot adalah damar mata kucing, komoditas khas yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Pesisir Barat.

“Dengan adanya kegiatan tersebut juga diharapkan bisa membawa dan mengangkat potensi daerah, salah satunya damar mata kucing yang ada di Pesisir Barat ini,” tandasnya.

Bagi Pesisir Barat, HPN dan Porwanas 2027 pun diharapkan bukan sekadar perhelatan nasional, tetapi menjadi etalase untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada Indonesia, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *