Pelayanan Bank Lampung Cabang Liwa Buruk, Hanya Untuk Cek Saldo Nasabah Antre Hingga Berjam-Jam

koraneditor.co, Lampung Barat

Pelayanan Bank Lampung Liwa kepada Nasabah dinilai sangat mengecewakan. Antrean panjang, minimnya petugas, serta sikap acuh petugas Bank membuat nasabah kesal.

Seperti yang disampaikan Anton, salah satu nasabah yang ingin membuat kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri), yang telah mengantre selama satu jam namun belum juga dilayani oleh petugas. Anton mengalami serta menyaksikan langsung bobroknya pelayanan Bank Lampung Cabang Liwa.

“Saya masuk ke dalam bank pukul 11.00 Wib, dan mendapat nomor antrean 26. Banyak nasabah yang duduk menunggu giliran, mereka dari berbagai tempat bahkan ada yang cukup jauh jarak tempuhnya. Saat itu nasabah yang sedang dilayani nomor antrean 13, hampir satu jam karena pukul 12 kurang baru berganti dengan nasabah dengan nomor antrian 14,” ungkap Anton, Rabu (19/03).

Dengan banyaknya nasabah yang harus dilayani, anehnya hanya ada satu petugas yang stanby.
“Petugas hanya satu orang, itupun lambat sekali. Masa hanya cek saldo butuh waktu yang cukup lama, ini ada apa. Jangan-jangan ada faktor kesengajaan, padahal jelang lebaran ini pasti terjadi peningkatan dalam hal pelayanan,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Aupa, seorang ASN dari Kecamatan Suoh. Menurutnya pelayanan pihak Bank Lampung kepada nasabah jauh dari kata memuaskan.
“Kami ini kan dari suoh sana, cukup jauh dan butuh waktu lebih untuk tiba disini. Karena itu berharap sekali bisa dilayani dengan sigap dan baik. Tapi ini sangat mengecewakan, antrean yang lama dan petugas yang melayani hanya satu orang. Kami sampai lelah menunggu, apalagi ini bulan puasa,” keluhnya.

Nasabah bank lampung antre hingga harus menunggu lama diluar, (Foto, Anton/Editor)

Menurutnya seharusnya pihak bank lebih sigap dalam melayani.
“Harusnya petugas ditambah jika terjadi lonjakan nasabah yang datang, bukan malah dibiarkan antre panjang. Dan akhirnya kami harus mencari tempat istirahat dulu, karena waktu zuhur telah tiba dan pihak bank menghentikan pelayanan sampai dibuka kembali pukul 13.00 wib,” jelas Aupa.

Tak hanya Anton dan Aupa saja, keluhan serupa juga disampaikan nasabah yang lain, mulai dari masyarakat biasa yang hendak membuat ATM baru, guru ngaji yang cek saldo serta nasabah lainnya dengan berbagai keperluan.

“Mau buat ATM aja lama sekai, saya dengan anak saya sudah dari tadi disini tapi rupanya antreannya masih panjang dan pelayanannya lama. Enggak seperti di bank lain yang pelayanannya lebih cepat. Jadi kita sebagai nasabah merasa diprioritaskan, ini kan enggak. Mau urus hak kita, uang kita aja lama dan petugasnya juga sikapnya cuek,” ungkap seorang Ibu yang menolak ditulis namanya.

Dibagian dalam bank juga nasabah antre panjang, (Foto, Anton/Editor)

Ironisnya, keluhan tersebut bukan hal baru. Bertahun-tahun, nasabah Bank Lampung Liwa terus mengeluhkan hal yang sama, pelayanan lambat, antrean mengular, dan kurang ramahnya petugas selalu jadi kritikan nasabah. Namun, berbagai keluhan tersebut tidak mendapat tanggapan serius dari pihak bank.

“Bank sebesar Bank Lampung seharusnya memprioritaskan kenyamanan nasabah. Tapi kenyataannya, mereka membiarkan kami kesulitan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kami bisa saja beralih ke bank lain yang lebih menghargai nasabahnya!” ujar beberapa nasabah dengan nada kecewa.

Bahkan anehnya lagi, pelayanan bank lampung berbasis online pun sama buruknya. Aplikasi bank lampung (mobile banking) yang sejatinya dibuat dengan tujuan memudahkan pelayanan nasabah ternyata susah di akses bahkan lebih sering eror.

“Eror terus, udah di download aplikasinya tapi begitu masukin nomor Hp pasti eror. Jadi percuma juga ada aplikasi,” ujar seorang nasabah lainnya.

Pihak Bank Lampung harus segera berbenah. Jika tidak, reputasi mereka akan semakin buruk di mata masyarakat. Jangan sampai ketidakpedulian ini membuat kepercayaan nasabah hilang dan mereka memilih layanan perbankan lain yang lebih profesional! (Ton/Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *