Daerah  

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah, Kadis DLH “Itu Menumpuk Dari Masyarakat Sekitar Yang Tidak Mau Berlangganan”

koraneditor.co, Lampung Barat

Keluhan warga Simpang Serdang terkait sampah yang menumpuk, mendapat tanggapan yang menohok dari Kepala Dinas (Kadis) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Barat Hendri Paisal. Menurut Hendri, tumpukan sampah yang menjadi keluhan warga datangnya dari warga sekitar. Selainitu, Hendri juga menampik keterangan warga yang mengatakan jika petugas angkut tidak bekerja.

“Gk kerja gimana? Itu jadwalnya besok diambil, sampah pinggir jalan itu numpuk terus dari masyarakat sekitar yg gk mau berlangganan,” tulis Hendri melalui chat WatSap, Senin (24/03).

Bahkan menurut Hendri, warga yang tidak berlangganan selalu membuang sampah di jalan protokol.

“Cuma 10 rb gk mau, tiap hari buang sampah ke depan jalan protokol,” tulisnya.

Karena itu Hendri mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah di pinggir jalan.

“Iya, bilangin agar dihimbau tidak membuang sampah di pinggir jalan, kalau berlangganan akan diambil di rumah masing2, tinggal hubungin petugas, untuk sampah rumah tangga hanya 10 ribu rupiah dan untuk PAD Lambar ,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, jika warga Simpang Serdang dan sekitarnya mengeluhkan tumpukan sampah yang sudah satu minggu tidak diangkut. Kondisi ini menyebabkan bau busuk yang menyengat serta pemandangan yang tidak sedap, terlebih menjelang Lebaran yang seharusnya menjadi momen kebersihan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Sampah menumpuk di Simpang Serdang (foto, Anton Abizar/koraneditor.co)

Seorang warga Serdang membenarkan bahwa sepanjang jalur dua Serdang, sampah terlihat berserakan karena tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

“Yang saya lihat, sampah sudah menumpuk sejak satu minggu yang lalu dan ini menimbulkan bau busuk,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada juga disampaikan mantan Peratin Pekon Gunung Sugih Kecamatan Balik Bukit Muhammad Efendi (Andi), dikatakannya keluhan warga Simpang Serdang juga terjadi di lingkungannya.

“Sampah di tempat kami juga menumpuk, padahal kami ini pelanggan dan selalu bayar setiap bulan,” ungkap Andi.

“Mintanya dua kali seminggu mobil itu ambil sampah, ini satu kali seminggu sudah pasti numpuk dong,” tambah Andi.

Warga kemudian mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Mereka menganggap DLH tidak bertanggung jawab dan membiarkan sampah menumpuk, sehingga merusak estetika kota. (Ton/Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *