BANDAR LAMPUNG — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Lampung terus meneguhkan peran politik yang berlandaskan nilai keagamaan. Melalui Majelis Taklim Al-Amanah, PAN Lampung menggelar pengajian rutin bulanan di Rumah PAN Lampung, Sabtu (10/1/2026).
Pengajian tersebut dibuka oleh Wakil Bendahara DPW PAN Lampung, Nurhafifah, yang mewakili Ketua DPW PAN Lampung M. Hazizi. Hadir dalam kegiatan itu Bendahara DPW PAN Lampung Enita Agustri, jajaran pengurus DPW PAN Lampung, Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Lampung, serta sejumlah undangan.
Mewakili Ketua DPW PAN Lampung, Nurhafifah menegaskan bahwa pengajian rutin Majelis Taklim Al-Amanah merupakan bagian dari ikhtiar PAN untuk membangun kekuatan moral dan spiritual kader serta simpatisan.
“Ketua DPW PAN Lampung, Bapak M. Hazizi, berpesan agar Majelis Taklim Al-Amanah menjadi ruang pembinaan akhlak dan penguatan keimanan, sekaligus mempererat ukhuwah di lingkungan PAN dan masyarakat,” ujar Nurhafifah dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Al-Amanah Diah Darma Yanti, yang juga Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PAN, menekankan pentingnya konsistensi kegiatan keagamaan di tengah dinamika politik.
“Majelis taklim ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan berpolitik. PAN ingin hadir dengan politik yang santun, menyejukkan, dan berpihak pada kemaslahatan umat,” kata Diah Darma Yanti.
Pengajian diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Bukhori Muslim, Ketua III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung. Dalam ceramahnya, Ustadz Bukhori mengingatkan pentingnya keikhlasan dan akhlak dalam setiap peran, termasuk dalam aktivitas politik.
“Politik yang baik harus dilandasi niat ibadah. Jika nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian kepada umat dijaga, maka politik akan menjadi jalan kebaikan, bukan sumber perpecahan,” tutur Ustadz Bukhori Muslim.
Kegiatan pengajian Majelis Taklim Al-Amanah ini diharapkan terus menjadi sarana penguatan spiritual kader PAN Lampung sekaligus memperkokoh kedekatan partai dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan sosial. (*).






