Koraneditor.co Pringsewu – Polisi berhasil membongkar Kasus pencurian sapi yang selama ini meresahkan warga Kabupaten Pringsewu. Dalam pengungkapan tersebut, aparat berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku beserta barang bukti berupa sapi hasil curian dan sejumlah alat yang digunakan saat beraksi.
Kapolres Pringsewu AKBP M Yunnus Saputra mengatakan, dari pengungkapan kasus ini polisi berhasil mengamankan empat pelaku yang ditangkap terdiri dari dua pelaku utama dan dua penadah. Dua pelaku utama masing-masing berinisial N (33), warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, serta C (31), warga Kecamatan Bumi Ratu, Kabupaten Lampung Tengah. Sementara dua penadah berinisial MH alias Muh (40) dan A (41), warga Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.”Polisi juga masih memburu tiga pelaku lain yang merupakan bagian dari jaringan tersebut,” katanya Senin (19/1/2026).
Menurutnya, komplotan pencuri sapi ini telah beraksi selama lebih dari tiga tahun di wilayah Pringsewu dan sekitarnya. Kasus tersebut baru terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) terakhir di Pagelaran.“Pelaku melakukan pencurian terakhir, mencuri dua ekor sapi dan seluruh yang saat itu terekam CCTV. Dari rekaman itulah penyelidikan kami kembangkan hingga mengarah ke para pelaku,” ungkap Kapolres dan di dampingi Kasat Reskrim Iptu Rosali dan Kasi Humas AKP Priyono.
Dari hasil pengembangan, polisi menemukan banyak TKP lain yang tersebar di wilayah Pringsewu maupun daerah sekitar. Total pelaku dalam jaringan ini berjumlah tujuh orang. “Empat sudah kami amankan, sementara tiga lainnya masih berstatus DPO dan masuk dalam daftar pencarian,” tegasnya.
Dalam proses penangkapan, satu dari empat pelaku yang diamankan dilaporkan meninggal dunia. Pelaku berinisial C mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.“Saat ditangkap, yang bersangkutan sedang dalam pengaruh narkoba jenis sabu. Terjadi reaksi psikologis yang berujung pada kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia. Yang bersangkutan juga sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur di bagian kaki,” paparnya.
Polisi juga mengungkap bahwa para pelaku tidak hanya menyasar pencurian sapi. Dari hasil penyelidikan, komplotan ini juga terindikasi terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa kunci letter T dan sejumlah senjata tajam.“Senjata tajam ini digunakan untuk melukai hewan, memotong tali pengikat, maupun sebagai alat perlindungan diri jika berhadapan dengan warga atau petugas,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain dua ekor sapi yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, satu unit mobil pikap Mitsubishi yang digunakan untuk mengangkut sapi curian, serta sejumlah senjata tajam seperti kapak, parang, tali tambang, dan kunci letter T. Polisi menduga para penadah mengetahui bahwa sapi yang dibeli merupakan hasil kejahatan karena harga jual yang tidak wajar.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf c KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sementara para penadah dijerat Pasal 591 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Rosali menambahkan, hasil penjualan sapi curian dibagi oleh lima pelaku utama. “Uangnya sebagian besar digunakan untuk membeli sabu dan pesta narkoba, sisanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.
Keempat pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Ada yang diamankan di jalan saat membawa hasil curian, serta ada yang ditangkap di rumah saat tengah pesta narkoba di wilayah Pesawaran dan Lampung Tengah.
Terkait kasus pencurian kendaraan bermotor, polisi mencatat komplotan ini beraksi di wilayah Kabupaten Pesawaran dengan tiga TKP. “Untuk penanganan kasus curanmor, kami akan berkoordinasi dengan Polres Pesawaran,” pungkas Rosali. (top)






