Bupati Ela Apresiasi TNI Turun Langsung Tanam Padi
LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan posisinya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Dengan status sebagai penghasil padi terbesar kedua se-Provinsi Lampung, daerah ini menyatakan kesiapan penuh mendukung program swasembada pangan nasional.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodam XXI/Radin Inten yang dinilai tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir langsung di sektor riil pertanian melalui gerakan tanam padi serentak.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. TNI bukan hanya bicara soal pertahanan dan stabilitas keamanan, tetapi sudah terjun langsung membantu masyarakat melalui gerakan tanam padi serentak,” ujar Ela, Selasa (20/1/2026).
Ela menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan swasembada pangan nasional. Sebagai daerah produsen padi utama, Lampung Timur siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah, Lampung Timur merupakan penghasil padi kedua di Provinsi Lampung. Ini harus kita jaga dan tingkatkan melalui kolaborasi semua pihak,” katanya.
Menurut Ela, peran pemerintah daerah sangat krusial dalam memastikan petani dapat menjalankan siklus tanam secara optimal, mulai dari Musim Tanam I (MT1), MT2, hingga MT3.
“Pemerintah daerah harus turun langsung melayani. Petani bisa tanam, bisa panen, itu sudah luar biasa. Di situlah perputaran ekonomi terjadi dan menjadi bagian dari ketahanan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Selain dukungan lapangan, Ela juga menyoroti keberpihakan regulasi pemerintah pusat terhadap petani. Salah satunya melalui kesiapan Bulog menyerap hasil panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Bulog sudah siap menampung hasil panen petani. HPP sudah ditetapkan, ini membuat petani lebih tenang dan bersemangat,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Kabupaten Lampung Timur memiliki luas baku sawah (LBS) mencapai 55.952 hektare. Sekitar 2.900 hektare berada di Kecamatan Way Bungur sebagai wilayah pendampingan, sementara 500 hektare di Desa Braja Fajar menjadi lokasi tanam padi serentak.
“Ini satu hamparan yang memang waktunya tanam untuk MT1. Dari Januari hingga April nanti panen, kemudian dilanjutkan MT2,” ungkap Ela.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa kelancaran sistem irigasi menjadi kunci keberhasilan sektor pertanian. Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Karena ini LBS yang mengandalkan irigasi. Kalau irigasi macet, petani tidak bisa mengikuti siklus tanam. Maka koordinasi terus kami lakukan,” pungkasnya.
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, Lampung Timur optimistis mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Provinsi Lampung sekaligus penyangga ketahanan pangan nasional. (*).






