Bandarlampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) mengambil peran strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor jasa konsultan, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Ajakan itu disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI Perkindo di Swiss-Belhotel Bandarlampung, Rabu (28/1/2026). Rakernas tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP Perkindo Nunus Nugroho serta jajaran pengurus nasional dan daerah.
Mirza menegaskan, Indonesia diproyeksikan masuk dalam jajaran empat hingga lima negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045. Target ambisius itu, kata dia, hanya bisa dicapai jika seluruh sektor siap, termasuk dunia konstruksi dan jasa konsultan.
“Indonesia diproyeksikan masuk peringkat empat atau lima ekonomi terbesar dunia pada 2045. Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen dan terus meningkat,” ujar Mirza.
Ia menyebut sektor konstruksi masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 9,48 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, tantangan globalisasi, keterbukaan pasar, dan digitalisasi menuntut kesiapan SDM yang jauh lebih kompetitif.
“Dalam era keterbukaan, investasi yang masuk tidak hanya membawa modal, tetapi juga konsultan dari luar negeri. Jika tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton,” tegasnya.
Mirza menilai periode 2025–2030 merupakan fase krusial untuk memperkuat kualitas SDM secara kolaboratif, melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta. Digitalisasi dan kompetisi global, lanjut dia, harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan profesionalisme SDM.
Ia pun mengajak Perkindo untuk menyiapkan para anggotanya menghadapi peluang besar seiring pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, termasuk di Provinsi Lampung.
“Lampung dan Indonesia akan menjadi wilayah dengan peluang sangat besar. Para konsultan harus siap menghadapi market, pertumbuhan, dan masa depan,” ujarnya.
Gubernur Mirza berharap Rakernas VI Perkindo menghasilkan rekomendasi konkret, terutama dalam penguatan sertifikasi dan kompetensi profesional yang relevan dengan perkembangan zaman dan era digital.
Rakernas VI Perkindo juga diikuti Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Airyn Saputri secara virtual. (*).






