Kadis PSDA Lampung Bantah Tudingan Usir Jurnalis di Forum Banjir
Bandarlampung —
“Ia bilang, ‘minggir, saya mau lihat itu,’ dengan nada ketus,” ungkap salah satu jurnalis di lokasi.
Pernyataan itu sebelumnya memicu polemik dalam forum Focus Group Discussion (FGD) penanganan banjir di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Namun, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah.
“Tidak ada gerakan saya mengusir. Kalau memang ada, coba tunjukkan buktinya. Ada foto? Ada rekaman CCTV? Saya tidak pernah menghalangi kerja wartawan,” tegas Levi dalam klarifikasinya.
Ia menjelaskan, situasi di lokasi saat itu memang padat. Sejumlah peserta, termasuk jurnalis, berdiri di depan sehingga menghalangi pandangan ke arah pembicara dan timer yang digunakan untuk mengatur durasi penyampaian materi.
Menurut Levi, tindakan meminta ruang pandang tersebut bukanlah bentuk pengusiran, melainkan bagian dari dinamika teknis di lapangan yang semestinya diatur oleh panitia.
“Yang mengatur itu panitia, bukan saya. Mereka yang punya timer. Posisi orang-orang berdiri itu menutup pandangan tamu, termasuk saya yang juga ingin menyimak,” jelasnya.
Levi bahkan menegaskan dirinya siap mengambil langkah hukum jika tudingan tersebut terus disebarkan tanpa klarifikasi.
“Kalau dibilang saya mengusir, itu tidak benar. Saya bisa tuntut. Jangan menggiring opini seolah-olah saya menghalangi pers,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang karena tidak melakukan konfirmasi langsung kepada dirinya sebelum dipublikasikan.
“Seharusnya dikonfirmasi dulu, jangan langsung menyimpulkan. Ini jadi kesan saya yang menghalangi wartawan, padahal tidak seperti itu,” tambahnya.
Sebelumnya, insiden dalam forum yang turut membahas persoalan banjir di Bandarlampung itu menuai kritik dari kalangan jurnalis. Mereka menilai sikap yang dianggap menghalangi peliputan dapat mencederai prinsip keterbukaan informasi publik.
Namun, dengan adanya klarifikasi ini, Levi berharap persoalan tersebut dapat diluruskan dan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
“Silakan tanya ke banyak pihak yang hadir. Saya tidak pernah melarang kerja jurnalis. Ini murni miskomunikasi,” pungkasnya. (*).






