Rakorwil Dikdasmen & PNF 2026 Turunkan Kebijakan Nasional, Siapkan Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul dan Adaptif
BANDAR LAMPUNG – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menegaskan komitmennya memperkuat kualitas dan daya saing pendidikan melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah PWM Lampung, Sabtu (20/6).
Forum strategis yang diikuti 75 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Lampung itu menjadi momentum konsolidasi besar untuk menyelaraskan arah kebijakan pendidikan Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga daerah. Rakorwil mengusung tema “Menguatkan Konsolidasi, Tata Kelola, Mutu, dan Daya Saing Pendidikan Muhammadiyah Lampung.”
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Lampung, Prof. Dr. Muhammad Fuad, M.Hum., menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah harus tampil sebagai gerakan peradaban yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga jati diri Persyarikatan.
“Pendidikan Muhammadiyah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Kita harus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang unggul, inovatif, dan berkemajuan. Mutu pendidikan harus terus ditingkatkan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah,” tegas Fuad dalam arahannya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh keselarasan program dan kebijakan dari pusat, wilayah hingga daerah. Karena itu, Rakorwil menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi dan mempercepat implementasi kebijakan strategis Persyarikatan di bidang pendidikan.
Sementara itu, Ketua PWM Lampung yang membidangi Majelis Dikdasmen & PNF, Drs. Hi. Fauzi Fatah, M.M., menekankan bahwa Rakorwil tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi juga ruang evaluasi bersama untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dan terarah.
“Tujuan utama Rakorwil ini adalah menyatukan persepsi dan arah kebijakan. Kita ingin seluruh pengelola pendidikan Muhammadiyah bergerak dalam satu visi yang sama, sehingga penguatan mutu dan tata kelola dapat diwujudkan secara nyata,” ujarnya.
Fauzi juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas seluruh amal usaha Muhammadiyah sebagai bagian dari Persyarikatan. Menurutnya, para pengurus pendidikan harus memiliki keberanian dalam mengawal sekaligus menegakkan kebijakan Muhammadiyah di setiap jenjang lembaga pendidikan.
Ketua Panitia Rakorwil, Sigit Adomojo, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Dikdasmen & PNF yang sebelumnya digelar di Makassar.
“Rakorwil ini menjadi langkah strategis untuk menurunkan dan mengimplementasikan kebijakan nasional ke tingkat wilayah dan daerah agar dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Melalui Rakorwil 2026, PWM Lampung berharap lahir langkah-langkah konkret untuk memperkuat kualitas pendidikan Muhammadiyah di Lampung sehingga semakin unggul, adaptif terhadap perkembangan global, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. (*).






