DUA KALI TERTINGGAL, PWI LAMPUNG PAKSA SCS 3-3

Laga Pemanasan Porwanas 2027 Berlangsung Sengit, Fueng Cetak Brace

BANDAR LAMPUNG — Tim minisoccer PWI Lampung menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Sepakbola Cinta Sabar (SCS) dalam laga exhibition match di Lapangan Minisoccer Subanus, Kamis (1/10/2026).

Sempat tertinggal dua kali, PWI Lampung mampu bangkit dan memaksa SCS berbagi poin setelah pertandingan berakhir dengan skor 3-3. Laga enam gol tersebut menjadi bagian dari persiapan PWI Lampung menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) PWI 2027.

Pertandingan yang berlangsung dalam format 2 x 15 menit itu berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim langsung bermain agresif dan saling melancarkan serangan sejak menit awal.

SCS membuka keunggulan melalui Taufik Akbar. PWI Lampung merespons dengan meningkatkan koordinasi permainan hingga Fueng berhasil mencetak gol penyama kedudukan 1-1.

SCS kembali memimpin setelah Apen memanfaatkan celah di lini pertahanan PWI Lampung. Skor 2-1 bertahan sebelum PWI kembali menemukan ritme permainan.

Upaya PWI Lampung membuahkan hasil. Alhadis mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi 2-2.

Pertandingan semakin sengit ketika Bayu kembali membawa SCS unggul 3-2 melalui penyelesaian yang mampu mengecoh penjaga gawang PWI Lampung.

Dalam kondisi tertinggal, PWI Lampung justru meningkatkan tekanan. Memasuki menit-menit akhir, serangan balik menjadi senjata untuk mengejar ketertinggalan.

Kolaborasi Riedho dan Fueng akhirnya membuahkan hasil. Umpan matang dari skema serangan balik berhasil diselesaikan Fueng untuk mencetak gol keduanya sekaligus mengunci skor 3-3.

Kedua tim masih memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol kemenangan. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada tambahan gol.

Skor 3-3 pun menjadi hasil akhir laga yang berlangsung sengit sekaligus menjadi modal evaluasi bagi skuad PWI Lampung.

Bagi PWI Lampung, pertandingan ini bukan sekadar mengejar hasil. Laga tersebut menjadi bagian dari pematangan tim menuju Porwanas 2027, khususnya untuk mengukur kondisi fisik pemain, membangun chemistry, serta menguji pola permainan dalam situasi pertandingan.

Dua kali tertinggal dan dua kali pula mampu menyamakan kedudukan menjadi gambaran daya juang skuad PWI Lampung. Tim pelatih masih memiliki waktu untuk membenahi sejumlah aspek, terutama koordinasi antarpemain, komunikasi, organisasi pertahanan dan efektivitas penyelesaian akhir.

Hasil imbang tersebut sekaligus menegaskan bahwa persiapan menuju Porwanas 2027 terus berjalan. Bukan sekadar mengejar kemenangan di laga pemanasan, tetapi membangun tim yang semakin solid, kompak dan siap bersaing. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *