TULANGBAWANG – Kuarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BST) Kementerian Sosial di Kampung Pendowo Asri, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, kecewa dengan ditundanya penyaluran bantuan yang dikucurkan akibat Covid-19 itu.
Menurut salah satu KPM setempat, Kepala Kampung Pendowo Asri Hendri Jupri, sengaja tidak memberikan undangan dari kantor pos kepada KPM BST tanpa alasan yang jelas.
“Intinya kami kecewa kepada Kepala Kampung Jupri. BST sengaja ditunda pencairanya oleh kepala kampung, padahal kami sebagai KPM sangat mengharapkan bantuan tersebut, terlebih menjelang lebaran (hari raya idul fitri). Katanya pencairan nanti abis lebaran,” terang salah satu penerima BST kepada waratawan, Jumat (22/05/2020).
Sejumlah KPM juga menyayangkan sikap Kepala Kampung bersama aparatur kampung Pendowo Asri yang tidak memberikan penjelasan tentang penundaan pencairan BST dari Kemensos tersebut.
“Saat masyarakat penerima BST menanyakan kepada kepala kampung, warga dibubarkan oleh aparatur kampung. Alasanya pencairan BST nanti saja abis lebaran, karena banyak data yang tidak tepat sasaran,” bebernya.
Kepala Kampung Pendowo Asri, Hendri Jupri, saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah pemerintah kampung disepakati, penyaluran BLT dilakukan penundaan sampai setelah hari raya Idul Fitri.
“Karena data yang keluar dari Kantor Pos sebagai penerima BST banyak yang tidak tepat sasaran. Karena sebelumnya melalui Dinsos kita telah mendata masyarakat miskin dan terdampak Covid-19 sekitar 500 Kepala Keluarga. Namun, ini yang keluar datanya 314 Kepala Keluarga, dan banyak yang tidak sesuai dari data yang kita usulkan,” ujarnya.
Menurutnya, data yang keluar banyak yang merupakan masyarakat yang dinilai mampu dan tidak layak mendapatkan BST. Sedangan masyarakat yang miskin dan layak mendapatkan BST justru tidak mesuk data.
“Banyak masyarakat kaya yang punya rumah bagus dan mobil pribadi dapat sementara yang miskin justru tida dapat. Ada mantan kepala kampung juga masuk data penerima BST. Untuk itu ketua RT tidak sangggup membagikan undangan BST karena dikhawatirkan dapat menimbulkan gejolak. Untuk itu kita sepakati untuk kita tunda penyalurannya setelah lebaran nanti,” paparnya.
Ia menjelaskan, penundaan penyaluran BLT di Kampung Pendowo Asri itu sesuai kesepakatan. Kesepakatan penundaan penyaluran BST tersebut telah disampaikan kepada Camat Dente Teladas.
Diketahui BST merupakan bantuan dari Kemensos yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. BST ini diberikan pemerintah melalui Pos Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Bantuan ini diberikan kepada masyarakat terdampak, baik yang sudah atau belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.
Nilai BST itu yakni sebesar Rp.600 ribu perbulan dan akan diberikan kepada KPM selama tiga bulan. Jadi KPM selama tiga bulan akan mendapatkan uang tunai dengan jumlah total Rp.1,8 juta. (tri)






