Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Setelah mencuatnya wacana penghapusan Dana Desa APBN tahun 2021 mendatang, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Juhairi beri tanggapan.
Dirinya mengatakan, jika pemerintah pusat sudah memutuskan untuk menghapus Dana Desa tahun 2021 mendatang, maka pihaknya akan mendukung dan mengikuti.
“Jika memang sudah keputusan pemerintah pusat, kita tidak bisa berbuat banyak dan pasti akan mendukung dan mengikuti. Namun, Dana Desa ini sangat dibutuhkan desa untuk pembangunan baik fisik maupun perekonomiannya, tanpa itu Desa akan mati,” ungkap Juhairi kepada Koran Editoronline.co.id, Senin (10/8/2020).
Lebih lanjut, Juhairi menjelaskan, hanya segelintir Desa di Lampung Barat yang akan siap untuk menghadapi tantangan jika Dana Desa benar-benar dihapuskan.
“Dari sekian banyak Desa di Lampung Barat, hanya sedikit yang bisa dikatakan mandiri dalam perekonomian, yang lainnya belum dan masih sangat membutuhkan Dana Desa tersebut,” jelas dia.
Namun, dirinya mengaku, Apdesi seluruh Indonesia pasti menyikapi perihal wacana penghapusan Dana Desa, dan kemungkinan besar akan dimusyawarahkan secara nasional.
“Karena setiap Desa mempunyai perangkat masing-masing, dan setiap perangkat itu mempunyai gaji yang cukup besar. Jika dilihat dari besaran Anggaran Dana Pekon (ADP) itu tidak mencukupi, karena harus diambil dari Dana Desa, terlebih untuk kegiatan pembangunan dan kegiatan lainnya,” aku Juhairi.
Dirinya berharap, pemerintah mempunyai langkah lain atau kebijakan lain selain menghapus Dana Desa tersebut. Dengan pertimbangan pembangunan secara merata dan untuk mempertahankan potensi yang ada disetiap Desa.
“Tentu kita berharap penghapusan tersebut tidak dilakukan, walau memang keadaan karena wabah Covid-19 ini berdampak pada perekonomian secara nasional. Akan sangat disayangkan potensi yang ada pada setiap Desa,” harapnya.
“Jika memang demikian, dibutuhkan kajian yang mendalam untuk wacana penghapusan Dana Desa ini, karena selain berdampak langsung pada Desa itu sendiri, juga akan berdampak secara nasional, karena pembangunan perekonomian dibutuhkan dan dimulai dari Desa,” pungkasnya. (Ade Irawan)






