Laporan Reporter Koran Editor Ade Irawan
Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Dengan adanya pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020, maka perubahan KUA Kabupaten Lampung Barat tahun 2020 berpedoman dalam rangka Penanganan Covid-19, serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.
Merujuk pada pedoman diatas, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menyiapkan lima prioritas pembangunan pada perubahan KUA tahun 2020.
“Prioritas pembangunan Kabupaten Lampung Barat pada perubahan KUA tahun 2020 yaitu, pertama meningkatkan infrastruktur dan konektifitas antar wilayah yang berwawasan lingkungan serta tangguh bencana,”
“Prioritas kedua yaitu meningkatkan kualitas layanan dasar untuk pembangunan sumberdaya manusia serta pencegahan penyebaran dan penanganan dampak Covid-19,”
“Lalu, mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Peningkatan nilai budaya dan minat baca masyarakat,”
“Terakhir, peningkatan kualitas aparatur yang profesional, tata kelola pemerintahan yang baik dan stabilitas kamtibmas,” ujar Kepala Bappeda Lambar, Okmal usai menghadiri rapat paripurna pembahasan KUA PPAS anggaran perubahan tahun 2020 dengan Banang DPRD, Selasa (8/9/2020).
Hasil perhitungan pendapatan daerah pada PPAS tahun anggaran 2020 sebelum perubahan sebesar 1,39 triliun rupiah lebih, mengalami perubahan pada PPAS tahun 2020 yaitu sebesar 382,19 miliar rupiah lebih atau berkurang sebesar 27,36 persen.
“Sehingga total pendapatan pada Rancangan Perubahan PPAS tahun anggaran 2020 sebesar 1,01 triliun lebih,” jelas dia.
Perubahan Target Makro
Beberapa perubahan target makro Kabupaten Lampung Barat yaitu target jalan mantap sebelum perubahan sebesar 68 persen menjadi 62,68 persen. Indeks pembangunan manusia sebelum perubahan sebesar 67,75 poin menjadi sebesar 67,66 poin.
Pertumbuhan ekonomi sebelum perubahan berkisar antara 5,2 sampai dengan 5,4 persen, menjadi berkisar antara 1,74 sampai dengan 2,74 persen untuk skenario berat dan berkisar antara 2,75 sampai dengan 3,75 persen untuk skenario sedang. Sementara untuk target inflasi tetap berkisar antara 3,5 sampai 4 persen.
“Kita pasti berusaha dengan sebaik-baiknya, dan kita berharap, penyerapan anggaran perubahan ini dapat dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, sehingga prioritas pembangunan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” tukas Okmal menuturkan. (Ade Irawan)






