Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Beberapa masyarakat mengeluhkan aktivitas yang dilakukan PT. Tiga Oregon Putra dalam pengerjaan proyek PLTM di dusun Tabak Pekonbalak dan dusun Waykuwol Pekon Kegeringan, Kecamatan Batubrak.
Utamanya masyarakat Pekon Balak, Pekon Kegeringan dan pekon Bedudu yang merasakan dampak karena merupakan tempat berlangsungnya pengerjaan proyek tersebut.
Dari beberapa waktu yang lalu, dalam pengerjaannya proyek PLTM yang dilakukan PT. Tiga Oregon Putra tersebut menimbulkan persoalan di tengah-tengah masyarakat.
Persoalan tersebut akibat dari aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan, berupa longsor yang merusak kebun warga akibat penyempitan aliran sungai, hingga kondisi jalanan yang rusak akibat lalu lalang kendaraan berat.
Terkait persoalan tersebut, Parosil mengatakan pihaknya siap memfasilitasi masyarakat untuk dilakukannya mediasi. Sehingga pengerjaan proyek tersebut tidak terhenti dan masyarakat bersedia mendukung penuh.
“Terkait jalanan rusak, saya belum melakukan peninjauan secara langsung di mana saja spot-spot jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat. Perusahaan sudah melakukan pembicaraan dengan Bupati, nanti akan kita selesaikan mana saja yang rusak,” ungkap Pak Cik sapaan akrabnya.
Lalu, mengenai dugaan aktivitas PT. Tiga Oregon Putra yang mengakibatkan perkebunan warga longsor, Bupati Kopi Parosil mengaku, siap memfasilitasi untuk dilakukan mediasi antarpihak pemangku kepentingan.
“Apabila memang diakibatkan oleh aktivitas dari PT. Tiga Oregon Putra, maka akan kita fasilitasi untuk melakukan mediasi antara pemangku kepentingan,”
Dirinya mengharapkan, pengerjaan proyek PLTM tersebut tidak berhenti dan masyarakat bersedia memberikan dukungannya. Jika ditemui kendala, ia meminta semua pihak pemangku kepentingan menyelesaikannya secara baik-baik. (Ade)






