Parosil Soroti Dampak Terhadap Dunia Pendidikan
Lampung Barat, Editoronline.co.id – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus ungkapkan adanya pekerjaan yang belum tuntas terkait Coronavirus Deases 2019 (Covid-19).
Diungkapkannya, pandemi Covid-19 sudah masuk ke tahun kedua, dampaknya sangat nyata dirasakan kepada dunia pendidikan, kesehatan dan perekonomian.
“Pandemi sudah hampir masuk ke tahun kedua, kami juga menjalankan amanah sudah masuk tahun ke empat, tentu target ada yang sudah terealisasi dan ada yang belum,” ujar Parosil saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2022, di Lapangan depan Kantor Bupati Lambar, Rabu (17/3).
“Ada pekerjaan yang belum tuntas terkait Covid-19, dampaknya kepada pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Ini menjadi tugas kita untuk merencanakan kebijakan, untuk menuntaskan Covid-19 ini,” lanjutnya.
Diterangkan Parosil, akibat pandemi Covid-19, persoalan baru terjadi di Lampung Barat, yaitu dampak pada anak-anak sekolah karena sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan secara daring.
Menurutnya, sistem daring pada KBM tidak efektif dan berdampak buruk pada anak-anak. Parosil menegaskan, hal ini harus segera dicarikan solusi perencanaan yang matang untuk menuntaskan permasalahan akibat dampak Covid-19, khususnya dibidang pendidikan.
“Satu hal menjadi persoalan baru di Lambar, yaitu efek sistem daring pada KBM pendidikan, ini harus kita carikan solusi terbaik, karena sistem daring tidak efektif dan dampak pada anak-anak sangat tidak baik, mereka jadi malas,” terangnya.
“Saya mengharapkan kepada orang tua untuk membekali anak protokol kesehatan, agar tatap muka tetap dapat dilakukan dengan kondusif,” tambah dia.
Terkait dengan banyaknya pembangunan yang tertunda akibat dampak wabah Covid-19 sejak tahun 2020 lalu, Parosil mengatakan masih banyak pula PR yang mesti dituntaskan. Sebagai contoh terhentinya pembanguan lamban budaya dan terganggunya pembangunan infrastruktur jalan yang ada di (3) tiga Kecamatan.
Namun Bupati berjanji, pada tahun 2022 mendatang pihaknya akan menyelesaikan persoalan tersebut, dengan melanjutkan pembangunan lamban budaya dan akan memantapkan infrastruktur jalan di 3 kecamatan, yaitu di kecamatan Pagardewa, Kecamatan Batuketulis dan jalan penghubung antara Kecamatan Batubrak dan Kecamatan Suoh/BNS.
“Kedepan PR yang belum tuntas, terkait pembangunan lamban budaya tahun 2022 akan diselesaikan. Kemudian ruas jalan menuju Suoh dan BNS, Pagardewa serta Batuketulis akan dimantapkan,” tutur Pak Cik sapaan akrabnya.
Parosil meminta seluruh Camat dan para Lurah/Peratin se-Kabupaten Lampung Barat, untuk selalu tampil inovativ dalam membangun pekon/desanya dan kemudian dapat menggunakan Dana Desa (DD) sebaik-baiknya.
“Saya minta camat dan peratin untuk inovativ, kembangkan potensi pekonnya, mungkin ada desa yang wisatanya bisa dikembangkan. Kemudian alokasikan Dana Desa sebaik-baiknya dalam rangka memantapkan potensi yang ada di pekon masing-masing,” pinta dia.
Dilain pihak Kepala Bappeda Lambar, Agustanto Basmar dalam laporannya mengungkapkan, pada Musrenbang RKPD tahun 2022 ini, terdapat 5 (lima) poin penting yang diprioritaskan Pemkab Lambar, yaitu:
1. Memantapkan kualitas infrastruktur pelayanan dasar yang berwawasan lingkungan serta mitigasi bencana.
2. Memantapkan kualitas layanan dasar untuk pembangunan semberdaya manusia.
3. Percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
4. Meningkatkan nilai tambah produk unggulan yang inovatif dan sektor pariwisata untuk meningkatkan daya saing daerah.
5. Peningkatan kualitas apratur yang profesional, tata kelola pemerintah yang baik dan stabilitas kamtibmas.
“Berdasarkan himpunan data dari 15 kecamatan yang ada di Lambar, pada Musrenbang Kabupaten ini tercatat sebanyak 1.005 usulan yang diusulan, namun setelah dilakukan verifikasi menggunakan skala prioritas, usulan-usulan itu terbagi menjadi beberapa bagian,” ucap Agustanto.
Dijelaskannya, untuk usulan yang diusulkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 377 usulan, dan usulan yang melalui Dinas PUPR tersebut merupakan jumlah usulan terbanyak, jika dibandingkan dengan usulan Dinas Pendidikan yang berjumlah 239 usulan.
“Kemudian usulan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan sebanyak 81 dan untuk Dinas Kesehatan sebanyak 62 usulan, sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak 21 usulan,” jelasnya.
Pada musrenbang tersebut dilakukan pula penyerahan penghargaan kepada tiga kecamatan yang juara dalam lomba wisata dalam bentuk vidio.
Ketiga Kecamatan yang menerima penghargaan itu yakni Kecamatan Sumber Jaya, Kecamatan Batu Brak dan Kecamatan Suoh.
Juara pertama diraih oleh Kecamatan Jaya, juara II diraih oleh Kecamatan Batu Brak dan juara III diraih oleh Kecamatan Suoh.
Peserta/undangan dalam kegiatan itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Lampung Ir. Mulyadi Irsan MT melalui Vidio Conference (Vicon) dan dihadiri Langsung Bupati Lambar H. Parosil Mabsus, Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lambar Edi Novial S.Kom, Kapolres Lambar AKBP Rachmat Tri Haryadi S.Ik., MH, Dandim 0422/LB Letkol Benny Setiawan, Kajari Lambar Riyadi SH, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kementerian agama, Ketua TP PKK Lambar Partinia Mabsus, Sekretaris Daerah Akmal Abd. Nasir SH., seluruh Staf Ahli, Assisten, Kepala Perangkat Daerah Lambar serta Camat se-Kabupaten Lambar. (AI)






