Way Kanan-Realisasi pendapatan tahun 2020 yang diproyeksikan sebesar Rp.1.347.105.683.512,71 (satu trilyun tiga ratus empat puluh tujuh milyar seratus lima juta enam ratus delapan puluh tiga ribu lima ratus dua belas koma tujuh puluh satu rupiah) terealisasi Rp. 1.290.780.561.990,25 (satu triliun dua ratus sembilan puluh milyar tujuh ratus delapan puluh juta lima ratus enam puluh satu ribu sembilan ratus sembilan puluh koma dua puluh lima rupiah) atau sebesar 95.82%.
Dari sisi belanja daerah, pada tahun anggaran 2020, belanja daerah ditargetkan sebesar Rp.1.308.261.628.365,70 (satu trilyun tiga ratus delapan milyar dua ratus enam puluh satu juta enam ratus dua puluh delapan ribu tiga ratus enam puluh lima koma tujuh puluh rupiah) dapat terealisasi Rp. 1.237.081.663.256,87 (satu triliun dua ratus tiga puluh tujuh milyar delapan puluh satu juta enam ratus enam puluh tiga ribu dua ratus lima puluh enam koma delapan puluh tujuh rupiah) atau sebesar 94,56%.
Hal Tersebut di katakan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, Saat Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2020, Berlangsung di RuangRapat Paripurna DPRD Way Kanan,Selasa, (30/03/ 2021).
Sementara untuk sisi pembiayaan pada Tahun Anggaran 2020 penerimaan pembiayaan yang berasal dari silpa tahun 2019 yaitu sebesar Rp. (7.658.967.647,01) (minus tujuh milyar enam ratus lima puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat puluh tujuh rupiah koma satu rupiah) dan terealisasi Rp. (7.660.127.647,01) (minus tujuh milyar enam ratus enam puluh juta seratus dua puluh tujuh ribu koma satu rupiah) atau terealisasi 100,02%.
Sedangkan pengeluaran pembiayaan ditargetkan sebesar Rp. 31.185.087.500,00 (tiga puluh satu milyar seratus delapan puluh lima juta delapan puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) dapat terealisasi sebesar Rp. 30.590.877.500,00 (tiga puluh milyar lima ratus sembilan puluh juta delapan ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) atau 98,09 %.
“Perubahan struktur APBD Way Kanan tahun 2020 terjadi akibat pandemi Covid-19 yang juga mempengaruhi segala sendi kehidupan membuat tekanan berat bagi pelaksanaan pembangunan di daerah.” Kata Raden Adipati Surya.
Selain itu Berkurangnya pendapatan yang berasal dari dana transfer dan adanya kebijakan refocusing serta realokasi anggaran tidak hanya menyebabkan penundaan beberapa agenda pembangunan daerah, tetapi juga terjadi perubahan skenario pembangunan.
“Covid 19 juga berdampak pada kapasitas dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur. Hal ini berdampak juga pada capaian kinerja tahun 2020.” Papar Bupati Way Kanan.

Namun ada hal yang menggembirakan, yakni dari sisi pembangunan sumberdaya manusia juga terus dilakukan, hal ini terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia yang pada tahun 2019 sebesar 67,19 meningkat menjadi 67,44 pada tahun 2020. Hal ini ditopang oleh semakin baiknya angka harapan hidup, angka rata-rata lama sekolah, angka harapan lama sekolah, dan angka pengeluaran perkapita yang disesuaikan.
Angka harapan hidup terus mengalami peningkatan, di tahun 2019 baru mencapai 69,27 tahun meningkat pada tahun 2020 menjadi 69,40 tahun.
Angka rata-rata lama sekolah juga mengalami peningkatan, di tahun 2019 baru mencapai 7,39 tahun meningkat pada tahun 2020 menjadi 7,70 tahun.
Angka harapan lama sekolah tahun 2019 sebesar 12,35 tahun meningkat pada tahun 2020 menjadi 12,36 tahun.
Angka pengeluaran perkapita disesuaikan tahun 2019 sebesar Rp.9.292.000,- meningkat pada tahun 2020 menjadi Rp. 9.102.000,-
Terjadinya pandemic dan resesi ekonomi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Way Kanan, dimana pada tahun 2019 masih tumbuh sebesar 5,17% namun pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 1,16%. Selain itu juga berpengaruh pada PDRB Perkapita Kabupaten Way Kanan yang pada tahun 2019 masih sebesar Rp. 31.101.996 menurun menjadi Rp. 30.925.573 di tahun 2020.
Sedangkan untuk PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kabupaten Way Kanan terus meningkat meskipun relatif kecil dari tahun 2019 sebesar Rp. 13,999 trilyun meningkat menjadi Rp. 14,037 trilyun.
“Untuk kesejahteraan masyarakat juga semakin membaik, hal ini terlihat dari menurunnya angka kemiskinan, yang pada tahun 2019 angka kemiskinan sebesar 13,07% menurun menjadi 12,90% pada tahun 2020.” Ucapnya.
Dari berbagai indikator makro tersebut di atas, Bupati meyakini, bahwa pembangunan di Kabupaten Way Kanan telah berlangsung cukup dinamis, dengan berbagai pertumbuhan dan target-target yang telah dicapai.(*/Fikri).






