WAY KANAN– Tim Sosialisasi penertiban bangunan liar Di Saluran irigasi Way Umpu Kecamatan Baradatu dan Banjit menggelar Rapat Koordinasi berlangsung di Hotel Sinar Kampung Bumi Ratu Kecamatan Umpu Semenguk, Rabu (31/03/2021).
Rapat yang di Pimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab.Ir.Kussarwono, M.T. Kajari Way Kanan Susilo,Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS ) Mesuji Sekampung, Perwakilan Kodim 0427 , Perwakilan Polres Way Kanan, Kadis Pertanian,Kabag Tapem, Kabag Hukum, Sekcam Baradatu, Camat Banjit, Kakam Bali Sadar selatan, Bali Sadar Tengah, Bali Sadar Utara.
Sebagaimana di Ketahui Bahwa di tahun 2021 di Kecamatan Banjit akan dilaksanakan Rehab Saluran Irigasi primer dan Sekunder yang di danai dari Anggaran Pusat Melalui BBWS Mesuji Sekampung.
Menurut Camat Banjit Taufik Hidayatno bersama Sekcam Baradatu Pawit Abimawa saat ini terdata ada 267 bangunan di Kecamatan Banjit dan sekitar 24 bangunan di Kecamatan Baradatu yang dalam pendataan harus ditertibkan.
“Dari 267 bangunan di Kecamatan Banjit itu, ada sekitar 40 persen masyarakat merelakan untuk di gusur tetapi sisanya ini yang perlu dilakulan sosialisasi agar mereka mau merelakan bangunannya untuk di gusur.” Kata Taufik Hidayatno.
Alasan penolakan sebagian masyarakat tersebut juga karna belum ada kejelasan berapa meter masing masing sisi irigasi yang akan di gusur.
Persoalan lain adalah masalah penutupan pintu air irigasi yang akan dilaksanakan pertengahan Bulan April, namun saat ini masih ada sekita 200 ha lahan sawah masih membutuhkan air karna masih ada tanaman padi.
Menurut Asisten Kussarwono Pelaksaan Rapat Koordinasi dilaksanakan dalam rangka upaya penertiban sehubungan di beberapa lokasi baik saluran primer dan Sekunder yang dilalui Irigasi Way umpu sebanyak 291 bidang sudah berdiri Bangunan permanen baik itu bangunan Rumah tinggal maupun rumah ibadah seperti Masjid Dan Pura.
Penggusuran sisi kiri kanan Irigasi menurut Kussarwono adalah 7 meter kiri dan 7 meter kanan yang nantinya akan dipakai untuk mobisasi alat berat di sepanjang saluran irigasi yang di rehab.
“Dari kesimpulan Rapat hari ini kita akan melaksanakan Mapping bersama instansi terkait Pemkab, BPN, Polres, Kodim, Kepala Kampung dan lain lain, di lokasi- lokasi mana saja yang masih bermasalah untuk ditertibkan, dan akan dilakukan sosialisasi dan pendekatan Persuasif.” Terang Kussarwono.(FIKRI)






