MESUJI – Asbi(44)warga Desa Jaya Sakti,Kecamatan Simpang Pematang yang terkendala dalam pembiayaan untuk melakukan pembayaran pasca Operasi usus buntu Istrinya Rumianan(45,)di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mesuji, bahkan untuk melunasi biaya tersebut warga Jaya Sakti Kecamatan Simpang Pematang terpaksa memberikan sertifikat Rumahnya kepada pihak Rumah Sakit.
Naasnya,meski telah di lakukan upaya maksimal oleh team medis Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mesuji,istri tercinta Asbi mengalami drop sehingga meninggal Dunia.
“Operasi tersebut menelan biaya kurang lebih Rp 18.000.000 , karena tidak ada BPJS, sehingga menyerahkan sertifikat Rumah Paman nya untuk sebagai jaminan agar istri saya dapat segera keluar dari rumah sakit,untuk dimakamkan,”terang Pria yang berprofesi sebagai buruh serabutan tersebut.
Mendapati cerita mengaharukan,Bupati Mesuji mendatangi Rumah Sakit dan menemui pihak Rumah Sakit dan yang didampingi Kepala Desa Jaya Sakti dan memberikan bantuan uang tunai kepada Asbi.
“Pak Asbi, ini kan biaya seluruhnya kurang lebih Rp 18.000.000, dan pihak Rumah Sakit Membantu diskon Rp 8.000.000, jadi sisanya akan saya bayarkan memakai uang pribadi saya, ini murni kemauan saya, dan tidak ada unsur lain saya membantu Bapak, saya juga turut berduka cita atas meninggalnya Istri Bapak, semoga Alm diterima disisiNYA, lalu ini sertifikatnya Rumahnya saya berikan, jangan lupa besok buat BPJS,”Kata Bupati Saply, Rabu(22/9/2021).
Mendapati bantuan dari Bupati Mesuji untuk biaya rumah sakit, Asbi terlihat haru dan tidak menyangka jika pihaknya mendapat bantuan dari orang nomor satu di Mesuji.
” Saya kaget Bupati Mesuji langsung mengeluarkan uang di depan saya lalu membayarnya, kaki saya langsung bergetar, saya sudah tidak kuat menahan nangis,”terangya sambil berkaca-kaca.(apr)






