EDITORONLINE.ID, TULANGBAWANG – Meski belum lama dalam perbaikan ruas jalan lintas timur (Jalintim) di Kabupaten Tulangbawang terjadi kerusakan cukup parah.
Sepanjang Jalintim dari Menggala hingga unit2, Banjaragung, terdapat titik-titik lubang cukup lebar dari diameter 30 centimeter sampai 1 meter dan kedalaman 2 centimeter sampai dengan 5 centimeter.
Diketahui jalintim itu dalam proses pekerjaan perbaikan oleh PT Wahana Jaya Prima dengan proses pekerjaan selama 2 tahun dari 2021 hingga 2022.
Baru proses perbaikan seumur jagung, aspal pada ruas jalan tersebut sudah mengelupas sehingga jalan penuh dengan lubang.
Para pengendara yang melintas pada Jalintim itu mengaku harus ekstra hati-hati, kondisi ini kerap memicu kemacetan yang panjang. Tidak hanya kemacetan kerusakan jalan yang baru baru ini di perbaiki sering menyebabkan terjadinya kecelakaan. Beberapa pengendara mengaku was -was dan merasa tidak nyaman.
Dikatakan Asnawi (49) warga Menggala, dirinya menyayangkan kondisi Jalintim saat ini yang penuh dengan lubang. Padahal menurutnya, jalan tersebut baru saja diperbaiki.
“Saya sangat menyayangkan dengan adanya lubang-lubang jalan yang sudah cukup mengganggu dan membahayakan bagi saya pribadi maupun pengguna jalan yang lain, apalagi saat ini musim penghujan bila lubang – lubang ini tergenang air itu sangat berbahaya,” ujarnya, Rabu (19/01/2022).
Dirinya mempertanyakan terhadap kualitas proyek jalan nasional yang masih dalam proses pekerjaan tersebut.
“Jalan ini baru saja diaspal hanya terkena air hujan kok sudah berlubang. Ini kualitasnya perlu dipertanyakan. Diharapkan pihak-pihak terkait bisa mengkroscek proyek ini,” katanya.
Dirinya berharap agar pemerintah Lampung serta pemerintah pusat bisa cek langsung pekerjaan yang saat ini di kerjakan oleh PT Wahana Jaya Prima.
“pihak terkait coba krooschek juga material yang digunakan dalam perbaikan itu apakah sudah sesuai apa belum,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan baik pihak rekanan yakni PT Wahana Jaya Prima maupun konsultan belum dapat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut.
Para pekerja juga tidak berkenan memberikan keterangan terhadap pekerjaan Jalintim di Tulangbawang itu. “Saya tidak tahu mas, saya cuma kerja,” kata pekerja. (tri)






