PRINGSEWU – Masyarakat mengeluhkan sistem pelayanan di toko-toko ritel di Pringsewu dalam melayani dan menjual minyak goreng. Pasalnya, jika ingin membeli minyak goreng di toko ritel tersebut, masyarakat harus memiliki kupon antrian atau bergabung didalam group WhatsApp (WA) yang dibuat oleh salah satu petugas Alfamart dan Indomart itu sendiri.
Demikian dikatakan oleh salah satu coustamer Alfamart di Pringsewu yang namanya minta dirahasiakan saat ditemui akan membeli minyak goreng disalah satu Alfamart di Pringsewu namun sudah kehabisan Jumat (4/3). Menurutnya, kalau ingin mendapatkan minyak goreng, masyarakat harus bergabung dulu digroup WA yang adminnya dari pihak Alfa itu sendiri.”Ya kalau kita tidak dimasukan di group tersebut, bagaimana kita akan tahu mas adanya minyak goreng dateng atau tidak. Sudah pasti yang mengetahui duluan orang-orang itu saja yang tergabung di WA group Alfa dan langsung membeli minyak sampai tidak tersisa,” katanya.
Dia menjelaskan, ada tetangga saya setiap ada informasi kalau minyak goreng dateng langsung berbondong-bondong dateng ke toko ritel tersebut. Sampai-sampai, bergantian dengan suami anaknya juga ikut serta ngantri membeli minyak goreng.”Kaya sudah janjian gitu mas, kalau istrinya sudah pulang giliran suaminya masuk ke Alfa dengan membawa nomer antrian. Dan itu hampir setiap ada informasi minyak dateng seperti itu,” ujarnya.
Lebih lanjut coustamer yang enggan ditulis namanya tersebut mengharapkan, kepada pihak manajemen Alfamart dan Indomaret dimanapun berada supaya merubah sistem tersebut. Bila perlu ditertibkan dan dibuat sistem setiap pelanggan yang tergabung dalam group WA atau yang menggunakan kupon antrian yang akan membeli minyak goreng didata dan dimintai Foto Copi KTP. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penimbunan minyak goreng itu sendiri.”Kalau begini bukan lagi pengusaha yang melakukan penimbunan, melainkan masyarakat itu sendiri yang melakukan penimbunan. Dan ini imbasnya nanti yang jelek pengusahanya. Padahal para pengusaha sudah berusaha sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (top)






