Daerah  

Poktan Barata Jaya Kampung Sungai Nibung Ajukan Penerima Alsintan Terindikasi Fiktif

EDITORONLINE.ID, TULANGBAWANG – Identitas penerima bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) satu unit Combine Hardvester tahun 2018 di Kampung Sungainibung, Kecamatan Denteteladas diduga fiktif.
Berdasarkan berita acara serah terima barang kegiatan bantuan brigade alat dan mesin pertanian APBN tahun 2018 tertanggal 24 September 2018, satu unit Combine Hardvester itu diserahkan kepada Kelompok Tani (Poktan) Barata Jaya, Kampung Sungainibung, Kecamatan Denteteladas yang kala itu di nahkodai Kawung Seta.
Ketua kelompok tani (Poktan) Barata Jaya, Kampung Sungainibung, Kecamatan Denteteladas, Munadi mengaku sebelumnya tidak pernah mengenal dan mengetahui nama Kawung Seta yang disebut sebagai ketua poktan yang ia jabat saat ini.
“Enggak tau, setau saya enggak ada nama Kawung Seta di Kampung Sungainibung,” kata Munadi, Selasa (23/08/2022).
Sarno warga Kampung Sungainibung mengaku asing dengan nama Kawung Seta. Padahal, ia telah tinggal selama puluhan tahun di kampung setempat.
“Belum pernah dengar nama itu (Kawung Seta). Nama orang apa gimana, karena selama saya diam disini belum pernah dengar,” ujar dia.
Kepala Kampung Sungainibung, Kecamatan Denteteladas, Nengah Sutije menyatakan tidak mengetahui perihal nama Kawung Seta tercatat sebagai Ketua Poktan Barata Jaya dan mendapatkan bantuan Alsintan.
“Kayaknya sih enggak ada, soalnya saya juga baru dengan nama itu,” ujar Nengah Sutije.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang, Endang Son mengatakan nama Ketua Poktan Barata Jaya, Kawung Seta sudah terdaftar di sistem informasi manajemen penyuluh pertanian atau Simluhtan.
Namun, ia tidak mengetahui secara rinci keberadaan Kawung Seta yang terdaftar sebagai Ketua Poktan Barata Jaya.
“Yang lebih tau semua itu Gapoktannya (Sunariyah), karena kan enggak mungkin dari sekian banyak poktan kami kenal satu persatu,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Gapoktan Kampung Sungainibung, Kecamatan Denteteladas, Sunariyah enggan menanggapi konfirmasi wartawan meski ponselnya dalam keadaan aktif. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *