Metro — Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), siap melakukan pendampingan Psikologis terhadap korban kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Bumi Sai Wawai.
Hal tersebut terkait adanya pemberitaan dugaan pelecehan seksual di salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Metro. Dirinya mengatakan siap memberikan pendampingan psikologis terhadap korban pelecehan. Demikian diungkapkan, Kepala DP3AP2KB, Prayitno saat dikonfirmasi diruangannya, Rabu (09/11/2022).
Hal tersebut dilakukan, untuk mengobati trauma pasca korban mengalami kekerasan ataupun pelecehan seksual.
“Jadi, memang kita penjangkauan saja terhadap korban, untuk pelaporan ke pendampingan hukum dapat langsung memberikan laporan kepada kepolisian setempat,” ungkapnya.
Dijelaskannya, berdasarkan data di DP3AP2KB terdapat total 20 kasus kekerasan ataupun pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kota Metro. Jumlah itu meningkat dari total kasus bulan sebelumnya dengan total 17 kasus kekeresan.
“Bulan ini ada penambahan 3 kasus ya, dengan total, 9 terjadi pada perempuan dan 11 terjadi pada anak,” ujar dia.
Oleh karenanya, ia menghimbau masyarakat khususnya di Kota Metro, untuk dapat meningkatkan kembali pengawasannya terhadap anak.
“Jadi untuk orang tua jangan lalai, terus perhatikan anaknya, dan juga tetap berikan pengetahuan agama dan pengetahuan lainnya untuk membekali sang anak,” pungkasnya.(Bams)






