Daerah  

DPRD Bersama Pemerintah Kota Metro Menandatangani Nota Kesepahaman KUA-PPAS Tahun 2023

Metro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar rapat paripurna tentang penandatanganan nota kesepahaman bersama Pemerintah Kota Metro, tentang Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) APBD tahun anggaran 2023, yang berlangsung di ruang sidang DPRD setempat, Rabu (16/11/2022).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Metro, Tondi Muammar Ghaddafi Nasution, diikuti oleh Wakil Ketua DPRD serta Anggota DPRD Kota Metro, dan dihadiri oleh Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Para Asisten, Para Staf Ahli Walikota, Kepala OPD dilingkungan Pemkot Metro, Unsur Forkopimda dan tamu undangan.

“Dengan mengucap Bismillah, rapat paripurna hari ini yang di ikuti 21 anggota dari 25 anggota dewan, untuk rapat ke enam masa sidang ke tiga, 16 november 2022, dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Fraksi Nasdem, Ansori mengatakan, sebagaimana yang diamanatkan di UUD nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Dimana pemerintah daerah melaksanakan bidang kewenangan urusan wajib pelayanan dasar dan urusan pilihan.

 

“Penyelenggaraan urusan tersebut di implementasikan ke dalam bentuk program dan kegiatan dimana penyelenggaraan yang menjadi kewenangan daerah didanai APBD,” kata dia.

Sedangkan, lanjutnya, untuk urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah didanai APBN.

“Kebijakan umum APBD adalah dokumen yang memuat pendapatan belanja dan asumsi yang mendasar nya untuk periode satu tahun. PPAS merupakan dokumen yang memuat langkah konkret dalam mencapai target yang telah di susun melalui tahapan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk menentukan skala prioritas pembangunan daerah dan menentukan prioritas program masing-masing urusan serta menyusun plafon anggaran sementara untuk masing-masing program dan kegiatan.

“Proses ini merupakan pembahasan, untuk mencapai hasil maksimal dalam pembahasan tahap KUA PPAS APBD Kota Metro tahun 2023, dan ini telah dilaksanakan beberapa serangkaian,” tambahnya.

“Kita sudah melaksanakan penyampaian KUA PPAS APBD tahun 2023, kemudian pembahasan KUA PPAS APBD oleh Komisi DPRD dan OPD kota metro. Selanjutnya Senin dan Selasa kemarin pembahasan KUA PPAS APBD tahun 2023 oleh badan anggaran (Banang) Ketua Komisi dan para Fraksi serta TAPD Kota Metro. Kemudian rapat paripurna khusus saat ini dan penandatanganan KUA PPAS APBD tahun 2023,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, saat ini telah menyepakati KUA PPAS tahun 2023.

“Kita telah menyepakati asumsi makro yang melandasi penyusunan struktur anggaran untuk membiayai program dan kegiatan pada Tahun 2023. Kita telah menyepakati pula prioritas program, kegiatan dan sub kegiatan untuk mendukung perwujudan Visi dan Misi RPJMD Kota Metro Tahun 2021-2026,” kata dia.

“Alhamdulillah, alokasi Dana Transfer Tahun 2023 membaik dibandingkan Tahun 2022, dimana kita mendapatkan kembali Dana Insentif Daerah sebesar Rp. 31 milyar; peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp. 14,9 milyar; dan peningkatan DAK Non Fisik sebesar Rp. 14 milyar,” lanjutnya.

Tentunya selain kenaikan pos-pos Dana Transfer, terdapat juga penurunan pada pos lainnya, seperti DAK Fisik yang mengalami penurunan sebesar Rp. 10,4 milyar dan Dana Bagi Hasil sebesar Rp. 700 juta. Namun secara keseluruhan kelokasian dana transfer mengalami kenaikan 48,9 milyar rupiah.

Imbuhnya, sebagai mana ternuang dalam KUA-PPAS tahun 2023 kita menyepakati propeksi pendapatan daerah sebesar 902,3 milyar rupiah bertambah 60,7 milyar rupiah di banding tahun 2022 murni, Kenaikan ini berasal dari dana transfer pusat seperti yang telah disampaikan di atas , dan dana transfer pemerintah daerah 2 milyar rupiah juga kenaikan pendapatan dana asli daerah 8,8 milyar rupiah.

Selanjutnya, pendapatan daerah ini di gunakan belanja daerah sebesar 913,3 milyar rupiah yang artinya mengalami difisit 11 milyar rupiah, difisit ini di tutupi dengan perhitungan akhir atau silfa sebesar 15 milyar rupiah adapun selisih nya di pergunakan untuk penyertaan modal bank Lampung sebesar 4 milyar rupiah.

Dengan kondisi pendanaan modal tahun 2023 kita berharap pembangunan dapat dilakukan dengan maksimal dan optimal , target pertumbuhan ekonomi 4,5 sampai 5,5% ,index pembangunan manusia sebesar 78,48%, tingkat kemiskinan turun 7,2% tingkat pengangguran terbuka di 5%,dan resimo tinggi 0,03%.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintahan daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat kita optimis mencapai target yang telah di pasang tahun 2023,

Walikota berterimakasih atas dukungan dari seluruh anggota DPRD dalam pembahasan hingga kesepakatan rakerda nanti untuk kembali mempertajam prioritas.

“Kami Pemerintah Kota Metro mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam pembahasan dokumen KUA-PPAS tahun 2023 dan terimakasih atas sumbang pikir seluruh anggota DPRD Kota Metro untuk menyempurnakan pelaksanaan pembangunan di tahun 2023, dan semoga dengan detailnya pengoreksian ini dapat meminimalisir koreksi pada tahapan selanjutnya,” pungkas Wahdi. (Bams)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *