Daerah  

Reses DPRD Metro, Amrullloh Tanggapi Keluhan Warga Dapil Metro Timur 

METRO –Warga Kecamatan Metro Timur khususnya Kelurahan Tejo Agung mengajukan sejumlah pertanyaan dan permintaan di kegiatan reses anggota DPRD Kota Metro dari Partai Demokrat daerah pemilihan Metro Timur, di kediaman Pak Tusok Ketua RW 04, Jalan Seledri Kelurahan Tejo Agung, Rabu (30/11/2022),

Sejumlah aspirasi dan usulan dilontarkan oleh para peserta reses, di antaranya usulan pengerukan sungai Batanghari, penanganan banjir di depan toko bawang lanang, penambahan lampu jalan, rehabilitasi jalan Sultan Sahril, perbaikan drenase – drenase yang bermasalah.

Dalam kesempatannya tersebut, anggota DPRD Kota Metro Dapil Metro Timur, Amrulloh menanggapi pertanyaan warga bahwa penanganan serta perbaikan memang telah menjadi skala prioritas untuk dikerjakan tetapi juga harus melihat dan menyesuaikan dengan anggaran yang di miliki oleh APBD Kota Metro.

“Anggarankan sudah di bahas kemudian tentang terkait turunan perda tersebut maka hari ini juga dikomunikasikan agar lebih tepat sasara, lebih kepada skala prioritas karena semua juga penting namun juga menyesuaikan dengan anggaran yang di miliki oleh APBD Kota Metro,” ucapnya.

Kemudian lanjutnya, terkait usulan dari setiap tahunnya tentang perbaikan jalan Sultan Sahril yang juga menjadi salah satu atensi DPRD serta Pemkot, Amrulloh juga menjawab “dari tahun ke tahun memang situasinya memang berbeda dan berubah ubah dan ketika hari ini telah mencapai pemahaman yang sama antara dinas PU perencanaan kebijakan kepala daerah, serta reses DPRD, memang sudah di sampaikan dan memang hal ini prioritas, juga memang dinas PU sudah melokasikan jadi nanti tinggal menyesuaikan kebutuhan riil berapa.

Masalah banjir yang khususnya di Tejo Agung kembali dengan anggaran yang ada yang setiap tahun memang sudah ada anggarannya mungkin nanti akan lebih di optimalkan lagi

“Bisa ditambah berapa besarnya dan juga suatu masukkan yang telah di sampaikan di rapat TAPD terakhir sebelum Paripurna maka anggaran kelurahan itu akan dianggarkan untuk pembuatan drenase kampung atau pengerukan sendimen, pengangkatan lumpur dan sampah untuk semua anggaran kompas yang dapat di alih kan untuk tenaga kerja semua, dan jika pekerjaan dapat di lakukan dengan kotong royong maka bisa membuat biaya yang tidak besar, karena jika SSHA tenaga kerjanya Rp100 ribu
tetapi ini dengan swadaya masyarakat atau gotong royong bisa Rp50 ribu, jadi bisa di kerjakan ratusan meter mungkin bisa kilometer untuk menggali Siring kampung, tapi jika ini betul-betul direalisasikan,” ujarnya

Di kesempatan yang sama Plt. Kadis PUTR Kota Metro Roby K Saputra menambahkan tanggapan terkait untuk mengakomodir semua usulan dan masukkan dari warga.

“Kita telah mengikuti reses dan dari beberapa usalan juga masukkan dari pak Amrulloh , itu memang sejalan dengan apa yang telah di programkan oleh dinas PU dan itu memang sama-sama menjadi prioritas, contoh rehabilitasi jalan Sultan Sahril dan memang itu sudah urgen harus segera ditangani maka nanti di tahun 2023 akan di tangani,” katanya.

Terkait banjir di jalan raya stadion tepatnya di depan bawang lanang itu telah memiliki prokram juga di tahun depan,kemudian masalah tekait masalah lampu jalan maka akan di koordinasi kan dengan dinas terkait.

Tetapi, Tambahnya, ada juga yang perlu energi besar yaitu masalah pengerukan atau normalisasi sungai Batanghari yang berbeda di sebelah kelurahan Tejo agung karena dari sisi kewenangan itu kewenangan balai besar dan dari sisi perokram dan anggaran juga membutuhkan anggaran yang besar tetapi di luar itu, itu memang telah menjadi prioritas kita.

Roby juga menambahkan terkait mengaplikasikan jalan yang telah di cor di depan bawang lanang yang berkurangnya daya resapan air, memang kondisi telah di beton dan menghilangkan lahan resapan air, maka akan di rijid, seperti akan di buat saluran atau sodetan untuk menyalurkan air yang saat ini selalu menggenang memenuhi jalan.

Pesan buat para pengusaha jangan hanya selalu memikirkan kepentingan pribadi dan kepentingan bisnis tetapi juga harus perhatikan dan pikirkan kepentingan luas lagi yaitu kepentingan masyarakat.

“Terkait masalah anggaran rutin atau pemeliharaan anggaran rutin yang dibuat untuk lokasi yang direncanakan sebelumnya tetapi bisa di tangani, tetapi untuk yang sudah di rencanakan biasanya di awal tahun sudah masuk di kelompok belanja modal karena sudah ada merk-merk jalan atau drenasenya .dan untuk lokasi yang tidak terkaper tetapi anggaran rutinnya ada maka bisa di kerjakan,” tutupnya. (As)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *