Hadiri Rakor, Nurhasanah Harap KPPI Terus Perjuangan Kuota 30 % Perempuan di Parlemen

Bandarlampung – Dewan Pakar DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI)z Nurhasanah menghadiri silaturahmi dan rapat koordinasi (Rakor) Dewan Kehormatan, Dewan Pakar dan DPP KPPI, Kamis (26/1). Kegiatan yang berlangsung di Kediaman Gusti Kanjeng Ratu Hemas Menteng Jakarta Pusat itu dalam rangka memperjuangkan kuota 30% perempuan di Parlemen pada Pemilu 2024.

Diketahui, berbagai indeks dan data, baik itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), maupun Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) masih menunjukan kesenjangan yang nyata antara laki-laki dan perempuan. “Inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk kita carikan solusi bersama,” terang Nurhasanah.

Untuk mengejar ketertinggalan itu, menurutnya, peranan KPPI menjadi penting dalam melahirkan perempuan-perempuan yang berani berpendapat, berpartisipasi dalam politik, serta mampu menjadi pemimpin.

“Untuk itu, silaturahmi dan rakor ini sangat penting dilakukan untuk bagaimana kita merumuskan demi terwujudnya keterwakilan 30 persen perempuan politik di parlemen 2024 mendatang,” ungkapnya.

Dalam mencapai pemberdayaan perempuan demi mewujudkan Indonesia yang maju, lanjut dia, sangat dibutuhkan para pemimpin perempuan yang mengedepankan gaya transformatif.

“Kepemimpinan transformatif yang mengedepankan kepentingan bersama bagi semua pihak, saling menginspirasi, saling mengarahkan, membimbing dan memotivasi, serta mengatasi berbagai permasalahan bersama, bukan saling menjatuhkan untuk mencapai tujuan,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Anggota DPRD Provinsi Lampung ini menambahkan, tidak ada yang lebih membanggakan daripada melihat perempuan bergotong royong membawa Indonesia keluar dari beban masalah yang masih dihadapi saat ini.

“Untuk itu, diharapkan silaturahmi dan rakor ini dapat menelurkan solusi terkait bagaimana peranan perempuan dalam pemulihan kesehatan selama masa pandemi pandemi, membangkitkan ekonomi dan memastikan kesejahteraan masyarakat untuk Indonesia yang bermartabat,” tukasnya. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *