Metro – Wakil Walikota Metro membuka Pelatihan Modernisasi Koperasi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Metro, bertempat di Gedung Lec Kartikatama Metro. Senin (13/3/2023).
Dalam kesempatannya Wakil Walikota Qomaru Zaman menyampaikan dalam pelatihan modernisasi ini salah satu untuk penguatan koperasi untuk jalan menghadapi perkembangan zaman.
“Mereka dilatih untuk bisa mengikuti perkembangan zaman, koperasi itu harus modern dikelola, dikelola dengan baik dengan tepat berdaya saing yang kuat untuk menuju koperasi yang bisa menghasilkan sesuatu,”ungkapnya.
“Dan kemudian bisa menghasilkan keteladanan mengelola koperasi. Sesungguhnya menguntungkan sekali asal yang dikelola itu adalah niatnya baik planningnya bagus dan ada masa depan yang harus dikejar targetnya,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Siti Aisyah memaparkan, jumlah peserta dari pelatihan modernisasi koperasi ini ada 25 perwakilan dari masing-masing koperasi yang ada di Kota Metro ini, dan pendanaannya berasal dari dana DAK
Kementerian UMKM.
“Tujuan digelar ini supaya koperasi mengenal dunia digital zaman modern ke arah yang modern, karena memang pak Presiden mencanangkan harus ada 500 koperasi yang ke arah modern dan kami sedang melakukan itu, yang mana ada beberapa item yang harus dipenuhi di salah satunya ini pelatihan untuk koperasi modern,” ungkap.
“Harapannya yang setelah dilakukan pelatihan ini tingkat kemandirian daripada pengurus makin meningkat kemudian juga kompresi bisa berjalan terus, kemudian tujuan daripada koperasi untuk mensejahterakan anggotanya bisa tercipta kemudian bisa mengikuti perkembangan zaman dan bisa membaca situasi yang ada di kota Metro,”sambungnya lagi.
Siti Aisyah juga menjelaskan, Koperasi yang ada 265 yang aktif 178, yang menjadi pilot project hanya 1 (satu) karena untuk menciptakan lebih, koperasi yang ada di Kota Metro belum mumpuni karena adanya 7 item.
“Jadi, koperasi yang menjadi pilot project kita hanya 1, itu yang telah benar-benar mampu, yang mana mereka mampu melakukan kerjasama antar daerah seperti soal perdagangan, permodalannya serta kerjasama dengan pihak ketiga.
Dan untuk yang lainnya itu masih belum terlihat,” paparnya.
“Dan untuk yang 178 itu termasuk juga koperasi yang sehat atau yang mampu seperti melakukan rapat tetapi untuk hanya yang disebut menjadi salah satu koperasi yang menjadi pilot project hanya satu yaitu koperasi modern yang ada di dinas pertanian karena memang Dinas Pertanian sudah ada kerjasama dengan pemerintah pusat walaupun untuk terkait di dunia digital belum untuk itu ini sedang ada pelatihan,” pungkasnya. (Bams_As)






