Mesuji-Pemerintah Kabupaten Mesuji terus berupaya mekan angka stamunting di kabupaten setempat, tidak terkecuali petugas kesehatan melalui pusat kesehatan masyarakat(Puskesmas) yangbm menjadi garda terdepan pemerintah kabupaten mesuji dalam memberikan layanan kesehatan.
Bahkan puskesmas dikabupaten mesuji terus berinovasi dengan berbagai program agar layanan kesehatan tersebut dapat di sambut baik oleh masyarakat.
Seperti yang di lakukan oleh puskesmas Tanjung Mas Makmur, kecamatan Mesuji Timur kabupaten Mesuji yang meluncurkan program inovasi daerah (Inovasi) Gerakan serentak posyandu terpadu(gertak Padu).
Kepala Puskesmas Tanjung Mas Makmur Yudian Murbantaka mengaku dipilihnya posyandu sebagai sasaran penanganan stunting disebabkan Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan bersama masyarakat guna memberdayakan dan memberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi serta Stunting.
Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 04 tahun 2019 tentang standar teknis pelayanan dasar bidang kesehatan, yang di sebut standar pelayanan minimal (SPM) ini merupakan urusan pemerintah wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal,” ungkapnya kepada wartawan belum lama ini.
Yudian mengatakan tujuan dari program ini sesuai prioritas pembangunan Indonesia dan pembangunan manusia yang di arahkan pemerintah daerah guna menurunkan angka Stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia, khusunya kabupaten Mesuji.
Pelayanan kesehatan pada ibu hamil dan balita sesuai standar ada 2 dari 12 indikator SPM kesehatan yang harus di capai 100% sebagai upaya pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Stunting. (Apr)






