Proyek Jalan Nasional di Pringsewu Tinggalkan Masalah

KoranEditor.id, Pringsewu – Pekerjaan proyek jalan nasional di ruas jalan lintas Barat Pekon Sidoharjo kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Lampung, dikeluhkan masyarakat dan meninggalkan masalah. Pasalnya, pekerjaan galian bahu jalan yang sudah berminggu-minggu dibiarkan begitu saja tanpa adanya tindakan dan adanya rambu-rambu oleh pihak rekanan. Dan jika terus dibairkan saja ditakutkan akan memakan korban.

Seperti yang dikeluhkan Apri (30) salah satu pengguna jalan saat dijumpai di lokasi yang kebetulan baru saja mengantarkan istrinya belanja ke Multi Mart (MM) Pringsewu Kamis (27/7/2023). Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak tahu kenapa terhenti tanpa adanya tindak lanjut dan pemberitahuan dari dinas terkait. Sehingga banyak masyarakat sekitaran jalan dan para pengguna jalan khususnya saya mengeluhkan akibat perbaikan jalan yang tak kunjung selesai tersebut.”Proyek ini kan skala nasional kenapa pengerjaannya lambat. Berarti pihak rekanannya yang tidak benar ini. Maka dari itu kami harap pemerintah atau pihak terkait untuk segera melakukan pengerjaan kembali atau memberi solusi lain agar tidak jatuh korban akibat pekerjaan yang tak rampung tersebut,” katanya.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Rizki, pedagang buah yang berada di pinggir jalan tersebut bahwa sampai tengah hari, dagangnnya hanya laku satu buah saja. Padahal, sebelum bahu jalan ini di gali, buahnya bisa terjual10 sampai 15 buah  dengan harga Rp.30 ribu perbuah. Karena pekerjaan bahu jalan tak kunjung rampung, mengakibatkan semua para pedagang disini nyaris kehilangan pembeli, karena batal menepi karena kedalaman galian yang diperkirakan mencapai 25-30 cm ini berdampak terhadap sulitnya kendaraan roda empat yang akan menepi.”Saya tak mau panjang lebar mas, yang jelas mohon kepada pihak pengembang untuk segera memperbaikan jalan tersebut. Supaya mata pencarian saya bisa kembali normal lagi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Pringsewu Maulana M. Lahudin angkat bicara terkait tak rampungnya pekerjaan tersebut meminta, kepada pihak rekanan agar segera merampungkan pekerjaan proyek jalan tersebut. Kasihan para pedagang, mereka pada mengeluh karena pembeli sepi lantaran kendaraan mau menepi lubangnya terlalu dalam. Sebenarnya pekerjaan galian bahu jalan tersebut sebenarnya satu paket dengan pekerjaam hotmix yang sudah di selesaikan. Akan tetapi kenapa galian bahu jalan tersebut masih dibiarkan begitu saja. “Dari pada nanti di timbun warga untuk akses keluar masuk, pasti akan menambah tugas rekanan lagi, karena pasti akan di bongkar lagi. Untuk itu saya berharap, rekanan segera menyelesaikan pengerjaannya. Dan Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu untuk menegur dan meminta rekanan serta balai besar, agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan itu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *