Koraneditor.id, Lampung Barat
Jelang Perayaan Hari Natal Umat Kristiani pada 25 Desember besok, berbagai aktifitas warga di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) khususnya umat kristiani mengalami peningkatan. Persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dilakukan untuk memeriahkan momen setahun sekali tersebut. Mulai dari lokasi, pakaian dan makanan.
Kesibukan jelang Nataru itu membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga yang berprofesi sebagai pedagang. Beberapa penjual Buah – buahan yang di wawancarai wartawan koraneditor.id di seputaran kota liwa mengatakan, omset penjualan mereka meningkat tajam sejak beberapa hari terakhir. Tingginya kebutuhan buah – buahan itu membuat pedagang memperoleh laba yang signifikan. Hal ini juga berdampak pada kenaikan harga buah yang dibutuhkan, sehingga keuntungan yang dihasilkan pedagang juga meningkat drastis.
“Peningkatan pesanan masyarakat sudah terjadi sejak hari rabu kemarin, kebanyakan masyarakat membeli buah jeruk dan apel,” ungkap Rohim, seorang penjual buah di seputaran Kota Liwa, Minggu (24/12).
Menurut Rohim, tingginya permintaan pembeli membuat harga jual buah ikut naik. Hal itu terjadi ketika volume kebutuhan masyarakat akan buah meningkat tajam, namun stok yang ada di pedagang terbatas. Meski begitu, karena kebutuhan untuk perayaan sehingga warga tetap membeli buah yang ada.
Hal yang sama juga dirasakan para pedagang ikan, tradisi warga lambar yang selalu merayakan setiap momen tertentu dengan cara mengundang sanak saudara untuk makan bersama, membuat pedagang ikan merasakan rejeki lebih. Meskipun permintaan warga akan ikan tidak setinggi buah – buahan, namun tetap saja ada sedikit peningkatan dibanding hari – hari biasa.
“Ya lumayanlah dibanding hari biasa, biasanya warga membeli lebih untuk dibakar bersama keluarga atau teman pada malam natal dan tahun baru,” ujar Heru, pedagang ikan di Kecamatan Batu Brak.
Dari pantauan wartawan di lapangan, meski tidak merayakan Natal, sebagian warga Lambar yang mayoritas adalah muslim juga ikut memanfaatkan momen liburan anak sekolah dengan berkumpul dan makan bersama. Hal ini juga menjadi indikator terjadinya peningkatan penjualan sejumlah pedagang di Lambar. (Ton/Aldo)






