Koraneditor.co, Pringsewu – Polisi berhasil membubarkan dua kelompok remaja terlibat aksi tawuran di Jalan Raya Pagelaran, tepatnya di sekitar SPBU Pekon Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu pada Minggu dinihari (26/5/2024) sekira pukul 03.30 Wib.
Menurut Kapolsek Pagelaran, AKP Sudirman, SH mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP Benny Prasetya mengatakan, dari hasil tawuran tersebut polisi mengamankan dua pemuda berinisial NA (16), warga Pekon Sukoharjo 3, Kecamatan Sukoharjo, yang saat ini masih mengenyam pendidikan di SMK KH Gholib Pringsewu, dan CP (19), warga Desa Kalidadi, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah.”Saat membubarkan aksi tersebut polisi berhasil mengamankan dua pemuda yang mengaku dari kelompok geng motor Sporter Pringsewu. Selain dua remaja polisi juga berhasil mengamankan senjata modifikasi yang digunakan untuk tawuran,” katanya.

Kapolsek mengungkapkan, dua kelompok yang terlibat tawuran di Pagelaran ini merupakan gabungan kelompok remaja asal Kabupaten Pringsewu dan gabungan kelompok geng motor asal Kabupaten Tanggamus. Dan kedua kelompok pemuda ini sebelum terjadi tawuran mereka saling adu tantang di media sosial dan janjian tawuran di sekitar POM Bensin Pagelaran dan beruntung, aksi meresahkan ini segera diketahui aparat keamanan yang sedang berpatroli dan kemudian dibubarkan.”Aksi tawuran dua kelompok remaja tersebut berhasil dicegah oleh aparat kepolisian yang sedang berpatroli. Dan Patroli tersebut merupakan agenda rutin kepolisian dalam pemeliharaan keamanan di wilayahnya,” ujarnya, melalui pers rilis humasnya pada Minggu (26/5/2024) siang.
Lebihlanjut Kapolsek mengatakan, untuk kedua remaja pelaku tawuran beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Pagelaran. Selain itu juga, polisi juga mengimbau kepada para remaja untuk tidak ikut aksi tawuran karena membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.”Kepada para orang tua diharapkan untuk tidak lepas pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah, khususnya pada malam hari. Jangan sampai karena keteledoran kita, anak-anak menjadi pelaku atau korban aksi tawuran maupun kejahatan jalanan,” pungkasnya.






