Semarakkan Suroan dan Bersih Desa ke 104, Pekon Bulukarto Gelar Berbagai Kegiatan

Oplus_131072

Koraneditor.co, Pringsewu – Semarakkan kegiatan Tahun Baru Islam (Suroan) 1446 H, Pekon Bulukarto kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, bersama masyarakat dan pamong desa menggelar Bersih Desa Pekon Bulokarto yang ke 104 dengan berbagai kegiatan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Pekon Bulukarto Nurdin saat ditemui disela usai riungan atau kenduren dikediaman warga Dusun 1 RT 01 Sabtu (27/7/2024). Menurutnya, pada bersih desa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain menggelar doa bersama dengan mengundang pendakwah KH. Sujadi Saddat, para panitia juga sudah menyiapkan hiburan kemasyarakat yakni menggelar pagelaran wayang kulit serta membagikan doorprize kemasyarakat sebagai ucapan terimakasih dari panitia ke masyarakat yang telah ikut serta mensukseskan acara tersebut.”Panitia sudah mempersiapkan hadiah doorprize kemasyarakat dengan membagikan kupon undian dapat kepada masyarakat,” katanya.

Nurdin menjelaskan, melalui kegiatan bersih desa ini, selain tradisi dan budaya leluhur, juga bertujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan warga. Sekaligus bentuk ungkapan rasa syukur terhadap anugerah Yang Maha Kuasa atas limpahan berkah kepada masyarakat khususnya Pekon Bulukarto.”Dengan adanya rangkaian prosesi bersih desa ini dapat semakin memperkuat persatuan dan kesatuan warga. Termasuk meningkatkan kesadaran dan berperan aktif serta mendukung pelaksanaan program-program pembangunan dari pemerintah,” ujarnya.

Caption Poto - Masyarakat Pekon Bulukarto Gelar Doa bersama kenduren/riungan, dalam rangka memperingati Suroan 1446 H dan Bersih Desa Pekon Bulukarto yang ke 104.
Caption Poto – Masyarakat Pekon Bulukarto Gelar Doa bersama kenduren/riungan, dalam rangka memperingati Suroan 1446 H dan Bersih Desa Pekon Bulukarto yang ke 104.

Usai pembagian doorprize ke masyarakat, imbuh Nurdin, dilanjutkan dengan acara puncak yakni, pagelaran wayang kulit yang akan digelar semalam suntuk dengan lakon, “Wisanggeni Duto” yang akan dibawakan oleh ki Dalang Gunawan Wibisono dari Wiyono Pesawaran.”Wayang Kulit ini sengaja kita gelar, untuk melestarikan seni budaya warisan leluhur. Sekaligus sarana pendidikan bagi masyarakat karena di dalam lakon atau cerita wayang banyak mengandung makna-makna positif dalam kehidupan sosial bermasyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *