Koraneditor.co, Pringsewu – Guna meningkatkan keterampilan pelaku industri kecil menengah (IKM) dan industri rumah tangga, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Pringsewu, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan produktifitas pelaku IKM disektor olahan makanan di Pringsewu yang digelar di Aula Balai Pertemuan Hotel Regency Gadingrejo Senin (19/8/2024).
Kegiatan yang dibuka oleh Pj. Bupati Pringsewu Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., didampingi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu, Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pringsewu Sulistioningsih, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Purhadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pringsewu yang mewakili, Kepala Dinas PMD Pringsewu Iskandar Muda, Plt Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu, Para Narasumber dan
Seluruh Peserta Bimbingan Teknis Peningkatan Produktifitas Pelaku IKM Sektor Makanan di Kabupaten Pringsewu.
Dalam arahannya bupati mengatakan, berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan Indonesia yang menyatakan bahwa Industri makanan
dan minuman memiliki kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Dimana Pada tahun 2022, kontribusi sektor ini terhadap PDB Indonesia mencapai 6,32%, bahkan Pasca Covid-19, industri makanan dan minuman masih dapat bertahan dan bahkan tumbuh cukup baik hingga saat ini.”Maka dari itu, Pemkab Pringsewu terus berupaya guna meningkatkan produktifitas industri ini bagi pelaku IKM salah satunya Bimtek agar dapat menghasilkan produk- produk yang berkualitas dipasaran,” katanya.

Agar semua itu berjalan dengan baik, lanjut Bupati, tentunya tidak lepas dari
peran pemerintah dan seluruh elemen masyarakat IKM sebagai pilar penting dalam meningkatkan daya saing produk, untuk meningkatkan kesiapan industri makanan dan minuman dalam mengadopsi teknologi Industri 4.0 agar lebih kompetitif melalui penerapan teknologi digital dan inovasi di berbagai aspek, termasuk produksi, distribusi, dan pemasaran produk.”Dengan harapan kedepannya, industri makanan dan minuman masih akan menjadi salah satu andalan penunjang PDB dan ekspor Indonesia. Dan untuk para pelaku IKM dapat mengikuti Bimtek ini dengan seksama. Dan juga para pelaku IKM dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana penunjang untuk memasarkan produk-produk yang di hasilkan sehingga akan semakin meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan mayarakat yang mandiri guna meningkatkan perekonomian daerah Kabupaten Pringsewu lebih baik,” ujarnya.






